Danrem: Minta Maaf Atau Mengundurkan Diri

Danrem 172/PWY Brigjend TNI J.O Sembiring

Danrem: Minta Maaf Atau Mengundurkan Diri

JAYAPURA – Pernyataan Efendi Simbolon yang menyatakan TNI seperti gerombolan, lebih-lebih dari ormas memantik protes dari banyak prajurit. Mulai dari tingkat kopral hingga tingkat jenderal juga angkat suara. Hanya saja jika selama ini yang banyak terdengar hanya tingkat bawah namun di Papua, seorang jenderal  akhirnya angkat bicara mengomentari apa yang disampaikan politisi PDIP tersebut.

“Ini sangat menyakiti hati saya dan prajurit saya. Saya meyakini hati kecil setiap prajurit TNI pasti kecewa dengan pernyataan Efendi Simbolon tersebut.  Ia seperti itu mencari popularitas murahan,”kata Danrem 172/PWY, Brigjend TNI Juinta Omboh Sembiring dalam rilisnya, Rabu (14/9). Pasalnya penyampaian tersebut dilakukan dalam rapat terbuka yang pembahasan adalah masalah anggaran namun ini dibelokkan ke masalah lain.  Pria dengan nama lengkap Efendi Muara Sakti Simbolon ini diindikasi mengadu domba pimpinan TNI yang berujung memecah belah TNI.

“Saya tegaskan prajurit saya tetap satu komando. Atasan kami bukan EF (Efendi Simbolon) tetapi Pangdam, Kasad, Panglima TNI dan Presiden,” tegas Danrem. Ia menyatakan bahwa sepatunya untuk seorang pejabat ketika menduduki jabatan maka harus tahu diri karena jabatan ini tidak abadi dan ada masanya. “Oleh karena itu moncong harus dijaga, jangan membuat kegaduhan dan  EF sendiri telah membuat gaduh di republik ini. Seorang intelektual seharusnya bisa membedakan apa itu gerombolan dan TNI. Gerombolan adalah sekumpulan orang-orang pengacau sedangkan kami TNI adalah benteng pertahanan negara,” beber perwira yang akrab disapa Bang Jo ini.

 

Karenanya dari catatan di atas kata Bang Jo jika tidak tahu diri apalagi jadi cerminan bagi masyarakat maka  sebaiknya mundur saja. “Kami lebih hormat kepada Ketua DPRD Lumajang H. Anang Akhmad Saifuddin yang berani mengundurkan diri dari jabatannya hanya karena salah melafalkan Pancasila, walaupun itu menurut kami hanya ketidaksengajaan ketimbang EF yang merupakan anggota DPR RI,” tambahnya.

 “Sekali lagi kalau dia tidak meminta maaf kepada prajurit TNI, maka lebih baik mengundurkan diri saja,” tegas Bang Jo. (ade/gin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *