Pemerintah Lambat, Organda dan Sopir Naikan Tarif Sementara Untuk Semua Trayek

Tampak supir taksi saat kembali narik di Terminal Tipe B, Waena, Batas Kota, Selasa, (13/9)

JAYAPURA – Menunggu respon Pemerintah Provinsi Papua dan Pemkot Kota yang dinilai lambat dalam penetapan harga tarif angkutan umum di Kota Jayapura, DPD Organisasi Angkatan Darat (Organda) bersama para sopir taksi menyepakati harga tarif sementara naik Rp. 1.000 untuk semua trayak di Kota Jayapura.

Ketua Ikatan Keluarga Besar Sopir (IKBS) Abe Waena, Laode Yasis mengatakan pihaknya telah membuat surat dan telah disampaikan untuk disepakati harga bersama pihak Organda dan telah menyepakati harga tarif sementara sambil menunggu kepastian pemerintah.

“Saya ada bawa surat yang di sepakati dari Organda maka untuk sementara tarif semua naik Rp. 1000,” katanya.

Ia mengatakan inisiatif Organda menaikkan ini karena Pemerintah Provinsi dan Kota Jayapura terkesan lambat belum ada langka untuk menyelesaikan dengan serius.

“Karena kemarin tidak ada solusi dari Pemerintah Provinsi dan Kota mereka tidak ada kepastian  kapan harga tarif keluar, maka kami dengan DPD Organda Papua ambil langkah agar hargga tarif naik Rp.1000 jadi  kemarin sore saya sudah ketik hasilnya dan tarifnya disesuaikan sudah dibagi ke semua supir taksi,” katanya.

Ia mengatakan dalam surat edaran yang di bagikan dari tarif yang lama sekarang naik Rp 1.000 saja.

“Semua trayek naik seribuh rupiah saja,” katanya.

Di singung soal respon para sopir dari kesepakatan itu, Ia mengatakan mereka sepakat dan mereka telah narik kembali seperti biasa. “Mereka (Sopir Taksi Red) respon baik, dan mereka narik seperti biasa berdasarkan tarif sementara dari organda,”Katanya.

“Selain itu kami minta juga, jangan tarif pake sisa sisa seperti dulu Rp. 5.500 jangan buat ganjil pada saat penetapan nanti karena di Papua Rp.500 itu tidak di pakai maka ini harus dibulatkan saja jangan ganjil,” katanya. (oel/gin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *