DPR Minta Dinkes Hadirkan Mobil Ambulance di Distrik Airu dan Kaureh

Apolos Lay. (Robert Mboik Cepos)

SENTANI– Hingga saat ini masyarakat yang tinggal di daerah Distrik Airu dan Kaureh masih sangat sulit untuk mengantarkan jenazah kembali ke distrik tersebut, saat warga yang meninggal sedang menjalani perawatan di Kota Jayapura atau di Sentani. Hal ini disebabkan pemerintah dalam hal ini Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura belum menyiapkan mobil jenazah khusus untuk melayani wilayah tersebut.

Hal ini diungkapkan oleh salah satu anggota DPRD Kabupaten Jayapura, Apolos Lay yang juga warga Distrik Airu Kabupaten Jayapura.

“Saya minta kepada pemerintah kabupaten Jayapura dalam hal ini dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura untuk dapat membatu memberikan bantuan mobil operasional ambulance (mobil jenazah) untuk Distrik Kaureh dan Airu,” kata Apolos Lay saat berbicara kepada media ini, Sabtu, (11/9).

Politisi Partai Gerindra itu mengungkapkan, sulitnya akses jalan dan faktor jauh dari kota, menyebabkan masyarakat kecil di wilayah itu sangat kesulitan pada saat mengantarkan jenazah keluarga mereka yang tinggal di kota.

“Karena selama ini  setiap tahun ada masyarakat dari  dua distrik itu yang selalu mengirimkan jenazah ke kampung masing masing, ke distrik Airu maupun Kaureh  namun selalu kesulitan mendapatkan mobil ambulance ,” ujarnya.

Dikatakan, apalagi mobil angkut jenazah ke wilayah itu juga harus menggunakan mobil double cabin. Hal ini yang membuat masyarakat kesulitan mencari kendaraan pada saat kondisi seperti itu.

Sejauh ini, masyarakat biasanya selalu menggunakan kendaraan ambulance milik RS Abe dan Rumah Sakit Dok II Jayapura. Karena kendaraan milik RS Yowari juga cukup banyak melayani wilayah lain.

Tidak sampai disitu, masyarakat juga harus mengeluarkan uang dalam jumlah yang banyak untuk membiayai ambulance sampai ke wilayah itu.  Di mana untuk sekali jalan anggaran yang dikeluarkan berkisar Rp 4 juta sampai Rp 7 juta ke Distrik Airu.

“Maka dengan itu saya sebagai wakil rakyat dari dapil  tersebut  mohon kepada pemerintah Kabupaten Jayapura,  dalam hal ini Dinas Kesehatan kabupaten Jayapura untuk memberikan mobil ambulance bagi kedua distrik tersebut. Supaya beban masyarakat sedikit berkurang pada waktu mengantar  jenazah ke kampung,”tandasnya.(roy/ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *