Puluhan Siswa SMKN1 Sentani Serang SMK YPKP Sentani

Sejumlah siswa SMK Negeri 1 Sentani ketika melakukan penyerangan terhadap siswa SMK YPKP Sentani, Senin (5/9). Foto: dok SMK YPKP for cepos
SENTANI- Lebih dari 50-an siswa SMK Negeri 1 Sentani Kabupaten Jayapura melakukan penyerangan terhadap siswa-siswi yang ada di SMK YPKP, Sentani Kabupaten Jayapura, Senin (5/9), sekira pukul 13.00 Wit siang.
Kepala SMK YPKP Sentani, Muhaimin mengatakan, peristiwa penyerangan itu terjadi pada saat siswa-siswi yang ada di sekolah SMK YPKP Sentani sedang melaksanakan jam istirahat kedua. Namun tiba-tiba sekelompok siswa berseragam SMA langsung melakukan penyerangan membabi buta terhadap sejumlah siswa yang ada di depan pintu masuk sekolah bahkan merangsek masuk hingga ke dalam Kompleks sekolah tersebut.
“Tadi itu anak kita pas sedang istirahat belajar tiba-tiba ada siswa dari sekolah lain sana, puluhan anak-anak datang langsung main pukul kepada anak-anak kami yang ada di SMK YPKP, bahkan ada juga motornya dipukul pakai balok,”kata Muhaimin, saat dikonfirmasi Cendrawasih pos di kantor SMK YPKP Sentani Kabupaten Jayapura Senin (5/9).
Dia mengatakan peristiwa itu langsung ditangani oleh pihak kepolisian dalam hal ini Polsek Sentani dan langsung mengamankan puluhan siswa SMK Negeri 1 Sentani itu. Polisi kemudian melakukan interogasi dan diketahui dari pengakuan siswa SMK Negeri 1 Sentani itu, aksi penyerangan ini dilakukan lantaran mereka tersinggung dengan isi konten akun Tik Tok milik siswa dari sekolah lain.
“Jadi itu salah sasaran, akun Tik Tok itu bukan milik anak-anak tapi kami, tetapi dari sekolah lain tapi mereka mengeroyoknya ke SMK YPKP,”sesalnya.
Atas peristiwa itu ada lebih dari 10 orang siswa dan siswi SMK YPKP Sentani menjadi korban luka dan memar.
“Tadi ada enam korban yang sementara kami sudah bawa ke Polsek itu, ada yang mengalami luka memar di tangan, di telinga, di kaki,” ujarnya.
Pasca kejadian itu pihak sekolah langsung memulangkan siswa-siswi di sekolah dan selanjutnya mereka akan mengundang orang tua siswa beserta siswa yang menjadi korban untuk dilakukan visum di RSUD yowari Kabupaten Jayapura.
“Kami berharap masing-masing sekolah untuk bisa mengendalikan anak supaya tidak terjadi tawuran, ” harapnya. (roy).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *