Konas GMKI, Menyelesaikan Problematika, Konflik, Keamanan, Hukum dan HAM 

 

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Wilayah Provinsi Papua, Anthonius M. Ayorbaba ketika menyampaikan materi saat study meeting Konas GMKI Tahun 2022, Rabu (28/8). (Konas GMKI For Cepos)

 

JAYAPURA-Hari keduan Konsultasi Nasional Gerakan Mahasiswa Indonesia Tahun 2022 dalam studymeeting mengangkat tema Menyelesaikan Problematika, Konflik, Keamanan, Hukum dan HAM.

 

 

Dalam studymeeting ini Ketua Komnas HAM RI Ahmad Taufan Damanik menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan persoalan pelanggaran HAM di Papua baik di Wasior, Wamena dan kasus pelanggaran HAM lainnya.

 

Hal ini ditegaskannya saat penyelenggaraan study meeting Konas GMKI Tahun 2022 yang dilaksanakan di Jayapura-Papua, Rabu (24/8). Dirinya menjadi narasumber bersama ketua YLBHI, Zainal Arifin dan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Wilayah Provinsi Papua, Anthonius M. Ayorbaba.

 

“Kami terus bekerja menyelesaikan persoalan pelanggaran HAM di Papua dan selalu mengedepankan dialog terhadap saudara-saudara saya berseberangan. Dialog damai kita harap terlaksana tahun ini atau tahun depan, kami terus berupaya untuk itu,”Ungkapnya.

 

Dirinya juga mendorong kader GMKI untuk menjadi garda terdepan untuk menyuarakan persoalan HAM dan apa saja yang menjadi kepentingan masyarakat.

 

Ketua YLBHI, Zainal Arifin  menyayangkan penyelesaian HAM yang sangat lambat dalam penyelesaian persoalan HAM. Oleh sebab itu diharapkan kader GMKI dapat menyuarakan persoalan-persoalan pelanggaran HAM di Indonesia.

 

“Kader GMKI harus mampu menjadi garda terdepan dalam memperjuangkan hak-hak masyarakat dan hari ini situasi tidak baik-baik saja dan perlu disuarakan sehingga mari bersuara dan memperjuangkan hak masyarakat itu sendiri,”Tutupnya.

 

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Wilayah Provinsi Papua, Anthonius M. Ayorbaba mengatakan sebagai orang Papua harus selalu mampu dan harus memiliki tekad bahwa orang Papua mampu menjadi pemimpin di Indonesia dan selalu harus mengandalkan Tuhan.

 

“Jadikan dirimu ada Kristus didalam dirimu, masyarakatmu dan daerahmu menunggumu untuk melakukan perubahan, kembali dari Konas ini menjadilah anak Tuhan yang mampu membawa perubahan,”Tegasnya

 

“Persiapkan lah dirimu menjadi Tuan dinegerimu sendiri, mulailah dari dirimu. sehingga mari kita hari ini menjadi orang Papua stop bicara masa lalu dan mari mulai langkah kedepan jangan tinggalkan air mata ditanah ini dan mulailah menjadi mata air ditanah ini, bekerja keraslah,”Pungkasnya.(gin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *