Perkenalkan Budaya Bakar Batu Hingga Makan Bersama Warga

Suasana bakar batu dan makan bersama Panitia Konas GMKI, Pengurus GMKI Pusat, Peserta Konas dan warga di Sekitar Angkasa, Selasa (23/8). Foto: Konas GMKI for Cepos

JAYAPURA-Acara Bakar Batu yang merupakan budaya asli masyarakat Papua, salah satu bakar baku dari daerah Pegunungungan Papua menjadi acara pertama yang dilaksanakan pada Konsultasi Nasional MKI Tahun 2022 di Jayapura-Papua.

Acara bakar batu antara Panitia Konas GMKI, pengurus GMKI Pusat, peserta yang merupakan perwakilan GMKI se Indonesia dan juga bersama-sama warga sekitar di Angkasa distrik Jayapura Utara, Selasa (23/8) pagi.

Seretaris Panitia Konas GMKI Tahun 2022 Christian Sohilait ST. M.Si mengatakan pihaknya mengenalkan budaya bakar batu yang merupakan ciri khas Budaya Pegunungan Papua karena pihaknya ingin memperkenalkan budaya tersebut dan keingin tahuan para peserta sendiri tentang budaya bakar batu tersebut.

“Kita jelaskam dari bagaimana memanah babi, membersihkan, bakar batunya hingga masak dan peserta sendiri yang melakukannya dengan bantuan masyarakat setempat,”Ungkapnya.

Ia memgharapkan nantinya seluruh peserta yang merupakan perwakilan se Indonesia akan dapat menceritakan keunikan budaya bakar batu yang menjadi kekayaan Budaya secara nasional.

Ketua Umum Pusat GMKI, Jefri Gultom mengapreesiasi kegiatan bakar  batu, tari-tarian dan tadi ada penanaman bibit pohon yang dilakukan panitia.

“Ini meningkatkan kesadaran kita agar kita tidak boleh menjauhi budaya. Karena budaya inilah yang menguatkan keberaragaman dan perbedaan sehingga kita lebib solit,”Katanya.

Ia menambahkan budaya bakar batu sudah selayakna terus dilestarikan. Ia mengharapkan peserta yang perwakilan GMKI seluruh Indonesia dapat melihat dan merasakan langsung budaya yang ada di Papua khususnya di wilayah Pegunungan Tengah Papua.

“Budaya ini jelas menjadi pengetahuan baru baru parapeserta dan sangat unik dan baik sekali. Inilah kekayaan budaya Papua dan Indonesia umumnya,”Pungkasnya.

Acara bakar batu ini diikuti antusias oleh para peserta dengan terlibat langsung mulai dengan memanah, momotong, memasukkannya dalam lobang hingga memgangkat dan memakannya.(gin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.