Dililit Ular, Seorang Anggota Satpol PP Tewas

Ular yang melilit salah satu anggota Satpol PP hingga tewas digantung oleh warga dan dijadikan tontonan warga disekitar rumah duka di Dok V Jayapura Utara, Jumat (19/8). (Kapolsek Japut For Cepos )

JAYAPURA-Kejadian tak biasa terjadi Jayapura pada Kamis (18/8) malam. Seorang anggota Satpol PP Provinsi Papua bernama Orgenes (31) tewas setelah dililit ular.
Ia sempat memegang beberapa kali tubuh ular ini namun lilitan ular di kaki dan leher membuat ia tak berdaya dan akhirnya tewas. Kejadian ini sendiri terjadi sekira pukul 08.00 WIT di sekitar rumahnya di Sabang Meruke Kompleks Kampung Baru Kelurahan Trikora, Distrik Jayapura Utara.
Menurut keterangan sang ayah bernama Ely Welerubun (56) dijelaskan bahwa awalnya dirinya menemukan ular yang melintang di jalan dan tak lama korban tiba dan langsung menangkap ular tersebut. Ular ini sempat melilit kaki kanan korban namun berhasil dilepaskan. Lalu sang ayah kemudian meminta korban untuk membuang ular tersebut namun korban mengatakan ular tersebut tidak jahat. Korban mengatakan demikian karena memang sering menangkap ular.
Setelah menegur korban selanjutnya ayah korban kembali ke rumah, sementara korban masih berada di TKP sambil memegang ular tersebut. Sekira 5 menit kemudian ayah korban mendengar suara ribut-ribut di sekitar TKP lalu ayah korban keluar mengecek ternyata korban sudah lemas sementara ekor ular sebagian masih melilit di leher korban sedangkan bagian kepala ular yg digenggam terlepas dari genggaman tangan korban selanjutnya teman – teman korban menangkap ular tersebut lalu dimasukkan ke dalam karung.
“Saat ular tersebut diamankan lalu ayah korban mengecek korban ternyata korban sudah tidak bergerak dan sekujur tubuhnya terasa dingin selanjutnya korban dibawa ke Rumah Sakit Dok 2, namun setelah diperiksa oleh tim medis ternyata korban dinyatakan sudah meninggal dunia,” kata Kapolsek Jayapura Utara, AKP Jahja Rumra, Jumat (19/8).
Saat ini kata Jahja korban disemayamkan di rumah duka di Jalan Sabang Merauke sambil menunggu sang adik untuk proses pemakaman. “Kami sendiri bingung karena awalnya menyebut terjadi saat korban kerja jaga malam di Otonom tapi ternyata di Dok V,” tambah Kapolsek.
Namun untuk peristiwa ini sendiri pihak keluarga tidak melaporkan kepada pihak berwajib karena sudah ikhlas menerima kematian almarhum yang meninggal diduga karena dililit ular. “Iya pihak keluarga tidak membuat laporan polisi dan ular tersebut kini diikat oleh warga di pohon dan menjadi tontonan,” imbuhnya. (ade/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *