Kapolres Minta Masyarakat Tertibkan Hewan Peliharaan Saat KAMAN

Obhe Kampung Asei Pulau yang akan dijadikan salah satu tempat pelaksanaan kegiatan Kongres Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (KAMAN)  Oktober mendatang. (Robert Mboik Cepos)

SENTANI– Kapolres Jayapura, AKBP Fredrickus Maclarimboen mengatakan pihaknya sangat  siap melakukan pengamanan terhadap penyelenggaraan kegiatan Kongres Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (KAMAN) yang akan digelar pada Oktober mendatang.

Dikatakan, bicara mengenai pengamanan ini, tentunya yang pertama yang harus terpenuhi bagaimana kesiapan masyarakat dan juga panitia penyelenggara pelaksana kegiatan itu.  Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya bahwa persoalan masalah keamanan itu ada beberapa faktor.  Faktor manusia misalnya, penanganannya seperti apa. Namun pihaknya juga akan melakukan kegiatan kegiatan preventif atau pencegahan terhadap tindakan kejahatan yang ditimbulkan oleh aktivitas manusia.

Kemudian yang tidak kalah penting yang harus diperhatikan juga adalah terkait dengan keberadaan hewan peliharaan milik masyarakat yang ada di kampung-kampung.  Karena menurutnya tamu-tamu yang akan datang di Kabupaten Jayapura itu nanti akan menginap di rumah rumah warga terlebih khusus yang ada di sekitar danau Sentani.

Karena itu sangat diperlukan bagaimana masyarakat juga harus menciptakan kenyamanan bagi para tamu yang datang salah satunya dengan menertibkan hewan-hewan peliharaan yang selama ini dibiarkan.

“Ketika mereka datang di kampung masyarakat kampung selaku tuan rumah seharusnya bisa mengendalikan menertibkan hewan ternak peliharaan supaya tidak berkeliaran secara bebas. Karena tentunya hal itu akan mengganggu ketenangan atau kenyamanan dari para tamu yang akan datang,” ujarnya.

Kemudian hal lain yang tidak kalah pentingnya juga terkait dengan infrastruktur yang ada di kampung-kampung yang ada di sekitar pesisir danau Sentani. Terutama pelabuhan yang akan digunakan untuk penyeberangan para tamu termasuk longboatyang akan dipakai untuk mengantar para tamu ke tempat tujuan.

“Kalau untuk longboat, standar keamanan yang harus dilengkapi oleh para penyedia transportasi air itu. Begitu juga di dermaga,  aman atau tidak bagi para tamu yang datang karena kalau bagi masyarakat yang ada di sini kan itu sudah biasa.  Bisa tidak mereka menyesuaikan,” imbuhnya. (roy/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *