Museum Uncen Miliki  Pesan Sejarah yang Kuat

Generasi Papua Diajak Berkunjung Kesana

JAYAPURA – Banyak diminati peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan di Kota Jayapura Museum Antropologi Uncen terus memberikan edukasi budaya dari benda – benda bersejarah di Papua yang ada di museum tersebut.

  Kurator muda Papua Enrico Yori Kondologit mengatakan bahwa museum Uncen ini sering sekali menjadi pilihan dari peserta didik dari tingkat SD, SMP dan SMA dan juga mahasiswa datang berkunjung dan belajar..

Bahkan di mahasiswa sendiri ada mata kuliah Etnografi Papua dengan 3 SKS, yakni 2 SKS untuk materi dan 1 SKS untuk praktek di museum sehingga mahasiswa  datang dan mengenal budaya-budaya lewat benda-benda yang ada di museum tersebut.

Dirinya juga mengatakan, antusias peserta didik di tingkatan SD, SMP dan SMA meski dalam Pandemi beberapa waktu lalu, masih menyempatkan diri untuk datang ke museum.

” Bahkan kemarin meski dalam pandemi tapi jumlah siswa yang datang cukup banyak dan untuk di luar kota Jayapura seperti Kabupaten Keerom dan kabupaten Jayapura juga berminat datang ke sini. Dan untuk datang, metodenya mereka tinggal membuat surat, menyebut  jumlah siswa dan guru selajutnya kita temani,” katanya di Jayapura, Senin, (1/8).

  Ia  juga mengatakan sejak dirinya terpilih sebagai kurator 2014 pihaknya telah memasukkan setiap benda sejarah yang ada di Musium menjadi mata pelajaran muatan lokal (Mulok).

” Sejak saya di sini saya membuat satu mata kuliah yaitu mata kuliah antropologi dan museum ini sebagai mata kuliah bagaimana mencari korelasi antara materi dan benda-benda koleksi yang ada di museum,” katanya

   Selain itu, ada juga program dari museum sendiri yaitu musim “go to school” sehingga materi-materi tentang sejarah Papua di sampaikan di sekolah-sekolah.

“Kami juga ada kolaborasi dengan Balai Seni Budaya dengan Program SMS (Seniman Masuk sekolah) dan kami sering diundang disana, serta biasanya kami membuat program museum go to school jadi kalau mereka tidak datang ke museum, kami yang pergi ke sekolah,” katanya,

  Pihaknya berharap museum Uncen tersebut dapat benar-benar dimanfaatkan oleh generasi muda Papua untuk mengetahui sejarah dan asal usul nenek moyang mereka dengan sejumlah pengetahuan yang ada di dalamnya tanpa harus melupakan.

” Kami harapkan musim ini jadi pusat pembelajaran generasi muda Papua untuk mengetahui nilai-nilai sejarah dan apa saja pesan positif yang didapat dari benda-benda Peninggalan nenek moyang orang Papua yang ada di museum ini,” katanya,(oel).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *