Bersihkan Tugu Yamagata, Pemkab Sarmi Akan Pasang Wifi Gratis

Pj Bupati Sarmi Markus O Mansnembra SH, MM meninjau tugu Yamagata Jumat (29/7) kemarin. Foto: Wenny Firmansyah/cenderawasih poa

SARMI-Monumen perdamaian dan persahabatan Yamagata yang ada di tengah Kota Sarmi telah dibangun sejak 1994 lalu, namun kehadiran monumen tersebut seperti tidak terawatdengan baik. Rumput dibiarkan meninggi hingga hampir menutupi monumen tersebut.
Melihat hal tersebut Pj Bupati Sarmi Markus O Mansnembra SH, MM meminta segera dibersihkan, dan segera dijadikan suatu kawasan yang benar-benar bermanfaat agar generasi muda dapat memanfaatkan lokasi tersebut sebagai taman kota yang lebih bermanfaat.
Pihaknya telah meminta bantuan dari jajaran Kodim 1712 Sarmi untuk ikut membersihkan monumen tersebut pada Jumat {29/7) kemarin. “Kegiatan pembersihan tugu Yamagata ini sebenarnya kegiatan rutin dari pemerintah daerah. Ya, tugu ini merupakan salah satu fasilitas yang didirikan sebagai peringatan ada kejadian di perang dunia kedua yang tentunya harus dijaga dengan baik,” katanya kepada Cenderawasih Pos Jumat (29/7).
Bupati berharap kehadiran monumen ini tidak hanya dijadikan simbol saja tapi juga dimanfaatkan masyarakat sebagai tempat rekreasi wisata sejarah yang ada di Kabupaten Sarmi. Dia menyebut monumen Yamagata ini tinggal dipoles saja sehingga menjadi tempat yang menarik.
“Ada beberapa rencana kami untuk pengelolaan tugu Yamagata ini yang perlu dibenahi, tentunya bersinergi dengan pihak lain untuk menata tugu ini lebih baik ke depan,” jelasnya. Bupati Sarmi ini menambahkan ketika sudah dibersihkan dan ditata, pemerintah berkewajiban menyediakan fasilitas pendukung, salah satunya adalah pemerintah daerah akan memasang wifi gratis. Apakah itu untuk melengkapi kebutuhan hiburan masyarakat dan sebagainya. “Inilah yang sedang kami komunikasikan dengan stakeholder seperti DPR,TNI/Polri dan pihak lain seperti BUMN/BUMD dimana mereka dapat berpartisipasi untuk ikut mendukung kegiatan ini,” tambahnya.
Dan setelah itu, Pj Bupati Sarmi ini akan membangun komunikasi dengan pemerintah Jepang, pihaknya yakin pemerintah Jepang memiliki kepedulian yang besar terhadap daerah-daerah pendudukan Jepang di kawasan pasifik termasuk di Papua seperti Sarmi ini.
Oleh sebab itu pihaknya akan mulai dari hal-hal kecil jika menjaga, merawat monumen tersebut akan mendapat perhatian. Pj Bupati Sarmi ini juga sudah bertemu dengan dubes Jepang di Biak beberapa waktu lalu untuk mengunjungi Sarmi karena ketika itu Sarmi merupakan salah satu basis militer Jepang. “Beliau sudah menyampaikan kepada kami untuk menyurat resmi untuk mengundang Dubes Jepang ke Sarmi dan melihat monumen tersebut,” jelasnya. (wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *