Dinkes Mulai Terapkan Program Pola Asuh Ibu dan Anak

Susana pertemuan Pokja KIA- Pola Asuh di Kabupaten Jayawijaya yang dilakukan di Ruang Rapat Hotel Baliem Pilamo Wamena, Kamis, (14/7), kemarin. (Denny/ Cepos)

WAMENA—Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayawijaya melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Jayawijaya mulai menerapkan program pola asuh terhadap ibu dan anak yang akan disesuaikan dengan penanganan stunting pada lokus yang telah ditentukan sebelumnya. Program ini bekerjasama dengan Yayasan GAPAI Harapan Papua.

Asisten 1 Sekda Jayawijaya, Drs. Tinggal Wusono, MAP menyatakan, program pola asuh ini akan dipadukan  dengan kegiatan Unicef, Yayasan GAPAI Harapan Papua dan Dinas Kesehatan sehingga outputnya terukur dan saling sinergi.

“Bagaimanapun tidak ada program dan kegiatan yang berdiri sendiri, tetap ditunjang dengan kegiatan yang lain,”ungkapnya, usai melakukan pertemuan Pokja KIA- Pola Asuh di Kabupaten Jayawijaya, Kamis, (14/7), kemarin.

Ia menyatakan, pola asuh ibu dan anak ini sebenarnya domain Dinas Kesehatan, hanya saja ada keterlibatan dari GAPAI Harapan Papua yang membantu agar dalam pelaksanaan program ini lebih maksimal yang dipadukan dengan lintas program yang lain, sehingga kegiatan pola asuh ini menjadi terpadu dan tidak saling berdiri sendiri.

Secara terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya, dr. Willy Mambieuw, Sp.B menyatakan, untuk program ini, pihaknya lebih fokus kepada ibu hamil, melahirkan dan punya anak, intinya ingin menurunkan angka kesakitan pada ibu hamil, dan anak yang dilahirkan.

“Ini masukan untuk pola penanganan stunting, ini juga memberikan solusi untuk penurunan angka stunting di Kabupaten Jayawijaya, teknis program pola asuh ibu dan anak ini  hampir mirip dengan penanganan stunting,”jelasnya.

Ia mencontohkan seorang ibu yang terdeteksi pengidap HIV, tapi dalam keadaan hamil, ini menjadi ranah dinas kesehatan, tapi yang satunya karena ibu hamil maka harus mendapatkan makanan tambahan.

“Mungkin dari kampung bisa mengalokasikan dana desa untuk memberi makanan tambahan kepada ibu hamil yang mengidap HIV, sehingga anak yang ada dalam kandungan itu ketika dilahirkan tak terkena stunting, ini juga ada keterlibatan kampung,”katanya.

Di tempat yang sama, Filoficer GAPAI Harapan Papua Jayawijaya dr. Maria menyatakan, pihaknya hanya mensuport kegiatan pemerintah dengan dana, sementara untuk Pokja pola asuh ini sendiri sebelumnya rencananya membuat SK baru, namun karena sudah ada SK dalam struktur Pokja stunting sehingga hanya menyisipkan Pokja pola asuh ini digabungkan dengan SK stunting yang sudah ada.

“Kami hanya bergabung dalam struktur Pokja stunting, selain menurunkan angka stunting, kami juga ikut memantau penurunan kematian ibu dan anak di Kabupaten Jayawijaya, fokusnya di situ meskipun kita bergabung dengan Pokja stunting karena memang satu program,”tutupnya. (jo/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *