Gereja GKI Kristus Raja Akhirnya Diresmikan

Hamba Tuhan saat melakukan pentabishan gedung gereja baru, Jemaat GKI Kristus Raja Ormu Wari,  Distrik Ravenirara, Minggu (10/7). (Robert Mboik Cepos)

SENTANI– Seluruh umat Kristiani di pesisir Tanah Merah Kabupaten Jayapura bersukacita atas peresmian Gereja GKI Kristus  Raja di Kampung Ormu Wari,  Distrik Ravenirara,  Kabupaten Jayapura,  Minggu (10/7).

Peresmian gereja dilakukan oleh sejumlah pendeta dan jemaat, yang juga mewakili Pemerintah Kabupaten Jayapura hadir Asisten 3 Setda Kabupaten Jayapura Timothius Demetouw.

Kepada wartawan usai peresmian,  Timothius Demetouw mengapresiasi kekompakan masyarakat dan jemaat yang ada di kampung itu,  terutama dalam mewujudkan pembangunan gereja tersebut. Di mana mereka sudah menunggu sejak 15 tahun yang lalu hingga diresmikan pada Minggu (10/7).

“Kami selaku pemerintah mengapresiasi kekompakan dan kerjasama masyarakat yang ada di Jemaat GKI Kristus Raja ini, yang telah sama-sama mewujudkan pembangunan gereja ini, meskipun  harus menunggu waktu yang sangat lama hampir 15 tahun,”ujarnya di Ormu Wari.

Dia mengakui,  pembangunan gereja itu memang membutuhkan waktu dan tenaga yang tidak sedikit.  Letak wilayah yang berada di lokasi terluar atau terpencil dan terdepan di Kabupaten Jayapura juga turut memberi dampak lambatnya proses pembangunan gereja itu, karena semua bahan bangunan seperti semen dan besi harus didatangkan dari luar dan melalui jalur laut yang memang penuh dengan hambatan.

“Gereja ada di daerah terluar, tersulit dan terdepan. Gereja bisa di bangun dan luar biasa, kita hari ini hadir menyaksikan betapa besarnya karya Tuhan membangun gereja ini selama hampir 14 sampai 15 tahun,”imbuhnya.

Selanjutnya Wakil Ketua Sinode GKI di Tanah Papua, Hiskia Rolo mengatakan,  hari ini Jemaat GKI Kristus Raja, Klasis Tanah Merah bersukacita karena pentabisan gereja baru di Ormu Wari.

Dia mengatakan, selama proses pembangunan gereja itu ada beberapa kali pergantian panitia. Selama proses pembangunan, tentunya ada banyak  hal yang dilakukan dan tidak berkenan dihadapan Tuhan. Termasuk satu dengan yang lain.

“Harapannya ketika kita sudah bekerja, berlelah-lelah membangun gereja ini, maka mari kita gunakan dan fungsikan dengan baik. Tiap hari kita datang bila perlu berdoa.  Tiap Hari Minggu umat jangan sampai lupa datang  karena apalah artinya  sudah buang uang dan  tenaga kalau setelah diresmikan tidak digunakan,” tambahnya. (roy/ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *