Berkas 5 Tersangka Pengerusakan di Ifar Besar Dilimpahkan

Hengky Yokhu. (Robert Mboik Cepos)

SENTANI-Polres Jayapura telah melimpahkan berkas  penyidikan  5 tersangka kasus pengrusakan aset milik terlapor Hengki Yokhu, ke pihak Kejaksaan Negeri Jayapura, Jumat (8/7).  Kasus ini sebenarnya dipicu karena persoalan kepemilikan tanah, antara Hengky Yokhu dengan pihak AK dan keluarganya. Hengky Yokhu kemudian melaporkan kasus itu, hingga menetapkan lima tersangka. Kasus itu terjadi pada awal Maret 2022 lalu. Adapun lima tersangka itu, yakni AK, LS, NK, FK, SS.

Kepada wartawan di Sentani, Hengky Yokhu selaku pelapor mengungkapkan, pihaknya juga akan mempidanakan kuasa hukum dari 5 tersangka yang berinisial OH. Dia menuding OH telah mempermainkan hukum, dimana pihak terlapor  melalui OH tidak bisa menjelaskan  3 surat somasi yang dilayangkan kepadanya beberapa waktu lalu. Kata dia, ketiga surat somasi itu secara tegas  mengusir  Hengky Yoku  selaku pelapor dari tanah yang mereka tempati yang  bersertifikat hak milik sejak tahun 2010.

“Pengacara OH tidak menunjukkan surat bukti pengadilan yang menggugurkan sertifikat kami.  Kemudian mereka juga tidak bisa membuktikan atau menunjukkan surat putusan Mahkamah Agung yang menunjukkan tanah sertifikat tersebut telah gugur,” ujar Hengki Yoku saat keterangan pers di Sentani, Sabtu (9/7).

Terkait status tanah itu, Hengky Yoku telah  melakukan pengajuan permohonan pengukuran ulang terhadap obyek tanah itu, kepada BPN ATR Kabupaten Jayapura,  dan sudah dilakukan pengukuran ulang yang disaksikan  oleh pihak tersangka dalam hal ini AK dan keluarganya.  BPN juga sudah menyampaikan bahwa titik koordinat dari batas tanah itu masih sesuai dengan sertifikat.

Atas dasar itu, pihak Hengky Yokhu memastikan segera mempidanakan pengacara OH. Karena dinilai telah melakukan perbuatan tidak menyenangkan atas pencemaran nama baik melalui 3 surat somasi yang sudah dilayangkan kepada pihaknya.

Sementara itu, OH mengatakan, soal rencana pihak Hengki Yoku mempidanakannya itu hak setiap orang, tapi harus jelas juga. Tindak pidana apa yang akan laporkan.

“Soal somasi kita itu jelas, itu bagian dari proses perdata. Tujuanya itu sebelum kita gugat, kita coba itikad baik menyampaikan. Didalam somasi itukan tidak disebutkan sertifikat itu dikeluarkan oleh pengadilan atau tidak,” tambahnya. (roy/ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *