Gawat, Warga Nusantara di Kobakma Mulai Mengungsi

Kota Kobangma, ibu kota Mamberamo Tengah,  tampak dari ketinggian. Foto: Google Image

JAYAPURA – Informasi yang beredar di tengah masyarakat yang tinggal di Kobakma, Ibukota Kabupaten Mamberamo Tengah soal adanya rencana aksi massa yang diduga terkait status pemeriksaan Bupati Mamberamo Tengah, Ham Pagawak membuat warga nusantara maupun warga pesisir di Kobakma mengungsi meninggalkan kota tersebut.

Warga mengaku ketakutan dan memilih mencari aman. Apalagi menurut informasi ada sejumlah kantor telah dipalang termasuk Polres Mamberamo Tengah. Warga memilih menggunakan jalur darat menuju Kabupaten Jayawijaya.
“Ia kami dari dinas kesehatan sejak kemarin sudah meninggalkan Kobakma. Ini semata – mata untuk mengantisipasi jika terjadi hal – hal yang tak diinginkan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Mamberamo Tengah, Helda Wally melalui ponselnya, Ahad (10/7). Helda dan pegawai Dinkes termasuk tenaga kesehatan lainnya kini berada di Wamena.

Dikatakan beberapa hari terakhir muncul informasi termasuk pesan singkat soal akan adanya aksi massa dan warga diminta berhati – hati. Pesan ini rupanya sampai kepada keluarga pegawai yang tinggal di Jayapura dan sekitarnya kemudian meminta keluarga yang di Kobakma untuk mengungsi. “Banyak keluarga yang sarankan untuk sementara keluar dulu sampai situasi kembali normal,” tambah Helda.
Selain itu jika bercermin dari pengalaman yang sudah – sudah dimana kata Held ajika terjadi kerusuhan terkadang para pelaku tidak bisa membedakan mana pihak yang bertikai dan mana petugas kesehatan. “Kita tahu pernah beberapa kali petugas kesehatan menjadi korban kalau sudah terjadi keributan jadi kami pikir lebih baik keluar dulu,” tambah Helda. Wanita yang hampir 5 tahun menjabat di Kobakma ini menyampaikan bahwa saat keluar dari Kobakma ia dan rekan – rekannya sempat dicegat kelompok massa namun setelah dijelaskan akhirnya rombongan ini dibiarkan melanjutkan perjalanan. “Saya sempat melihat di belakang kami banyak mobil yang beriringan, jadi tidak hanya kami saja,” tambahnya.
Selain itu, Helda menyampaikan bahwa Polres Mamberamo Tengah juga sempat dipalang sehingga masyarakat terlihat semakin kebingungan. “Kalau Polres saja dipalang lalu kami minta perlindungan ke siapa. Kalau siang mungkin kami masih bisa mengamankan diri tapi kalau malam siapa yang tahu jika pelaku menganiaya atau melukai kami. Itu yang kami takutkan,” imbuhnya.

Seorang warga Kobakma bernama Yuli juga membenarkan soal banyaknya warga mengungsi. “Ia Kobakma mulai sepi,” singkatna.

Terkait ini Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal yang dikonfirmasi belum memberikan jawaban. (ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *