Polri Perlu Introspeksi dan Diawasi

Frits Ramandey. (Gamel/Cepos)

JAYAPURA  Hari Bhayangkara yang diupacarakan pada Selasa (5/7) di Lapangan Brimob Kotaraja diberi catatan tersendiri  oleh Kepala Kantor Komnas HAM Papua, Frits Ramandey. Ia melihat ada perubahan yang terjadi di tubuh polri seiring brand presisi yang kini melekat.

“Saya melihat ada sebuah pendekatan yang telah diubah menjadi lebih professional. Ada transisi yang muncul, dari tradisi struktur ke kultur. Semisal kultur mereka sedikit militeristik yang melekat, namun dengan kultur baru yakni presisi pelan – pelan terasa banyak yang berubah,” ujar Frist Ramandey kepada Cenderawasih Pos baru – baru ini.

  Diakui untuk perubahan ini memang membutuhkan waktu namun perlahan – lahan dirinya melihat dengan simbol presisi ini cukup berefek dimana menjadi auto kritik bagi polisi itu sendiri. Kata Frits perlu pendekatan yang tidak hanya pendekatan disiplin tetapi juga humanis sebab jika tidak maka akan repot.

  “Lalu masih ada catatan ada oknum polisi yang terlibat bisnis haram semisal bisnis minuman keras, membackup judi togel dan ada juga yang terlibat penjualan amunisi. Ini harus menjadi catatan serius,” beber Frits.

   Ia berpendapat polisi yang semakin berkembang juga perlu diawasi dan dievaluasi agar dalam menjalankan tugas dan fungsi yang lebih maju bisa  sesuai dengan harapan masyarakat. “Dan terkait daerah otonomi baru saya pikir memang perlu mengembangkan struktur di Papua sebab ini bukan lagi kabupaten  melainkan provinsi dan ini sudah harus dipikirkan,” tutup Frits. (ade/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *