Pembinaan Staf Tanggung Jawab Pimpinan OPD

Pelantikan pejabatan eselon II, III dan IV di kantor Bupati Jayapura, Kamis (7/7). (Robert Mboik Cepos)

SENTANI– Bupati Jayapura Matius Awoitauw kembali melakukan rotasi jabatan untuk ASN eselon II, III dan IV di Kantor Bupati Jayapura, Kamis (7/7).

Ada 66 ASN yang dilantik,  dengan rincian eselon II sebanyak dua orang, yaitu Kepala BPBD Kabupaten Jayapura, yang dijabat oleh Jan Willem Rumere ST. MT menggantikan PLT, Alphius Toam. Selanjutnya Kepala Perpustakaan dan Arsip Daerah Kabupaten Jayapura kini dijabat oleh Aifius Demena. SE. MM. Sementara untuk jabatan eselon III sebanyak 15 orang dan eselon IV sebanyak 59 orang.

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw mengatakan, pelantikan sejumlah pejabat ini sudah disesuaikan kebutuhan di dalam Kantor Bupati Jayapura. ”Perubahan ini  merupakan hal yang alami,  karena ada beberapa ASN yang sudah memasuki masa pensiun, sehingga rotasi atau pengambilan sumpah jabatan atau posisi-posisi tertentu terus lakukan dari waktu ke waktu,”kata Mathius Awoitauw, Kamis (7/7).

Dia menegaskan,  pelantikan sejumlah pejabat ini murni usulan dari pimpinan organisasi perangkat daerah yang bersangkutan dan hasil kerja Baperjakat. Karena itu sistem  ini terus di bangun dan diperkuat. Karena itu tidak ada proses-proses yang instan atau kepentingan apapun.

“Saya harap ini bisa menjadi budaya di kantor ini. Pimpinan OPD harus bertanggung jawab terhadap staf yang ada di bawah OPD tersebut. Pembinaan dan perhatian itu sepenuhnya ada dalam tanggung jawab pimpinan OPD,” ungkapnya.

Karena jabatan  yang dipegang oleh seorang pimpinan OPD merupakan jabatan yang sangat penting untuk mengendalikan berjalannya pemerintahan dan juga terhadap pelayanan publik.

“Saya biasanya kalau Baperjakat menyodorkan nama terlalu banyak, saya tidak bisa ikut satu persatu. Jadi sepenuhnya ada dalam tanggung jawab pimpinan OPD dan Baperjakat terakhir untuk melihat semua,” ujarnya.

Karena itu dia berharap sistem ini terus berjalan dan dipertahankan,  karena kalau tidak akan ada banyak gangguan yang terjadi dalam sistem pemerintahan ke depan. (roy/ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *