Kasatpol PP Tegaskan Anggotanya Tidak Terlibat Miras di Kantor DPR

Kasat pol PP, Crist Tokoro. (Robert Mboik Cepos)

SENTANI– Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Jayapura, Crist Tokoro angkat bicara menanggapi berita di Harian Cenderawasih Pos yang menyebutkan adanya oknum anggota Satpol PP yang ikut terlibat mengkonsumsi minuman keras di Gedung DPRD Kabupaten Jayapura, Rabu (6/7) malam.

Menurutnya, berita tersebut tentunya sangat mencoreng lembaga Satpol PP Kabupaten Jayapura itu.  Pihaknya sudah melakukan kroscek terhadap sejumlah anggota Satpol PP yang malam itu yang menjalankan  penjagaan di Pos Jaga Satpol PP di Kantor Pemerintahan Kabupaten Jayapura.

“Saya sudah cros cek semua anggota dan  tidak ada anggota kami yang terlibat miras di situ. Sehingga Saya tegaskan, tidak ada anggota yang mengkonsumsi miras disitu, ” tegasnya kepada media ini, Kamis (7/7).

Bahkan setelah  kejadian itu, pihaknua langsung melakukan  pengecekan terhadap anggotanya yang bertugas dan didapati mereka sedang berdinas menggunakan pakaian dinas sampai pagi hari.  Artinya tidak ada satupun anggota Satpol PP yang terlibat dalam pesta Miras di lingkungan Kantor DPRD Kabupaten Jayapura itu dan apabila ada oknum anggotanya yang terlibat, pihaknya akan memberikan sanksi.

“Jadi yang minum itu bukan orang dari Satpol PP ,  tapi mereka adalah orang dari luar karena mereka juga berpakaian preman,”ujarnya.

Diakuinya, masuknya oknum warga tersebut ke kantor pemerintahan Kabupaten Jayapura memang lolos  dari pengawasan petugas di pos jaga.  Sangat dimungkinkan mereka masuk saat kondisi cuaca sedang hujan sehingga celah itu yang mereka gunakan untuk masuk ke komplek kantor.

Dia mengakui, belakangan ini memang pihaknya tidak memperketat akses orang masuk ke dalam komplek kantor. Alasannya karena selain adanya dua mesin ATM bank di komplek Kantor Bupati,  tetapi ada juga ASN yang melaksanakan pekerjaannya hingga malam hari.

Namun pihaknya akan kembali memperketat akses keluar masuknya orang di kantor pemerintahan itu. Dengan menerapkan tidak ada lagi aktivitas di dalam komplek kantor pemerintah di atas jam 21.00 WIT . Termasuk keberadaan mesin ATM tersebut. Pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak bank supaya kalau bisa layanan di mesin ATM itu dibatasi sampai pukul 21.00 WIT saja.

“Kadang mereka di pos jaga dibentak bentak oleh masyarakat luar ataupun pegawai yang masuk sesuka hati mereka pada malam hari. Oleh karena itu saya akan laporkan ke Sekda untuk menertibkan semua pegawai dan jam 21.00 WIT ke atas tidak boleh lagi ada aktivitas di kantor. Mau lanjutkan pekerjaan silahkan dirumah, jam 9 kita tutup total,” pungkasnya.(roy/ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *