HMPJ Minta Hak Ulayat Diatur Lewat Regulasi

Suasana kegiatan dan diskusi dalam Latihan Kepemimpinan Kader (LKK) yang digelar Himpunan Mahasiswa Pelajar Jayawijaya (HMPJ) di Jayapura tahun 2022 di Kesusteran Maranatha beberapa waktu lalu. ((Miki For Cepos))

JAYAPURA–Agenda Latihan Kepemimpinan Kader (LKK) yang digelar Himpunan Mahasiswa Pelajar Jayawijaya (HMPJ) di Jayapura tahun 2022 resmi dibuka oleh Sekda Kabupaten Jayawijaya, Tonny Mayor. Dari kegiatan selama 3 hari ini diikuti oleh 50 an mahasiswa/i asal Jayawijaya. Menariknya, satu topik yang diangkat adalah berkaitan dengan kondisi tanah ulayat milik masyarakat asli yang perlahan – lahan berpindah tangan.
HMPJ menganggap perlu sebuah regulasi yang memproteksi sekaligus mengatur tentang hak dan perlindungan hutan serta tanah adat masyarakat setempat. “Dari seminar sehari dan LKK diharapkan mahasiswa bisa berfikir kritis dan konstruktif serta mampu melihat isu – isu sosial yang terjadi di kalangan masyarakat khususnya di Jayawijaya. Disini kami mengajak mahasiswa dan masyarakat untuk belajar mengkaji kemudian membuat rumusan masalah dan selanjutnya melahirkan rekomendasi yang diteruskan ke pemerintah termasuk dewan adat,” kata Ketua HMPJ, Albert Kalolik saat diwawancarai di Asrama Nayak II di Kampkey, Sabtu (25/6).
Ketua Panitia LKK HMPJ, Yonas Maryan menjelaskan, kegiatan LKK berlangsung sejak 16-18 Juni di Kesusteran Maranatha. “Kami sedikit terkendala ruangan karena peserta 50 orang dan itu sangat terbatas. Kami berharap pemerintah membangun aula serbaguna agar bisa digunakan mahasiswa padahal banyak kegiatan positif lainnya,” imbuhnya.
Sementara Luis Himan dari tim solidaritas pembangunan Jayawijaya menyampaikan bahwa yang diinginkan pemuda dan mahasiswa adalah pembangunan yang dilakukan harus pro terhadap rakyat dan bukan pro elit politik.(ade/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *