Bahas Sepadan Danau Sentani, BWS Hadirkan Ondoafi

Asisten 2 Setda Kabupaten Jayapura, Joko Sunaryo, saat membuka kegiatan pertemuan konsultasi masyarakat, terkait penetapan Sepadan Danau Sentani di Hotel Horex Sentani Kamis (23/6)  kemarin. (Robert Mboik Cepos)

SENTANI-Pihak Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua melakukan pertemuan konsultasi masyarakat,  dalam kajian penetapan sepadan Danau Sentani, dengan melibatkan para ondoafi yang ada di Danau Sentani.

Kepala BWS Papua, Nimrot Tumamropen dalam sambutannya mengatakan, kegiatan kajian penetapan sepadan Danau Sentani itu sebagai tindak lanjut dari berlakunya peraturan pemerintah nomor 60 tahun 2021, dimana ada 15 danau prioritas di Indonesia  yang ditetapkan untuk penyelamatannya dan salah satunya Danau Sentani.

“Amanat dari Peraturan Pemerintah ini,  salah satunya ialah menetapkan sepadan danau yang harus dilindungi. Untuk itu perlu dilaksanakan dalam rangka menetapkan sepadan yang perlu dilindungi, sehingga  perlu ada konsultasi dengan masyarakat yang berkepentingan,”ungkap  Nimrot Rumaropen.

Bukan hanya pemerintah saja, masyarakat yang berkepentingan di Danau Sentani juga menjadi prioritas. Oleh karena itu melalui rapat ini pihaknya meminta masyarakat adat berdiskusi,  terkait bagaimana penyelamatan Danau Sentani ini.

Lanjutnya, berita acara dari konsultasi dengan masyarakat ini  akan menjadi bagian dari BWS Papua kepada Menteri PUPR untuk ditetapkan Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, terkait penetapan sepadan danau Sentani.

Dasar keputusan Menteri PUPR ini menjadi dasar selanjutnya untuk menjadi dasar bagi Kementerian ATR BPN dalam menetapkan kebijakan lebih lanjut terkait kawasan sepadan di Danau Sentani.

  Sementara itu  Asisten II Setda Kabupaten Jayapura, Joko Sunaryo mengatakan,  Danau Sentani juga mempunyai nilai strategis,  khususnya untuk Wilayah Kabupaten dan Kota Jayapura.

  Danau Sentani ini dihuni oleh masyarakat di dua wilayah, sehingga perlu ketahui bahwa nilai strategisnya danau ini yaitu di bidang ekonomi, budaya maupun lingkungan.

“Kajian sepadan Danau Sentani ini untuk mencegah supaya tidak terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan seperti terjadi longsor atau pencemaran lingkungan, sehingga danau ini betul-betul terjaga dengan baik,” ungkapnya. (roy/ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *