Orang Tua Diminta Jeli LIhat Potensi Anak

Siswi SD Hikmah 1 Yapis Jayapura bersalaman dengan guru-guru usai syukuran dan pelepasan kelas 6 di Wisma Atlet Mandala Jayapura Sabtu (18/6) lalu. (Wenny/cepos)

*78 Siswa-siswi SD Hikmah 1 Yapis Jayapura Dilepas

JAYAPURA– Sebanyak 78 siswa-siswi kelas 6 SD Hikmah Yapis 1 Jayapura resmi dilepas  ke jenjang yang lebih tinggi, yakni ke Sekolah Menengah Pertama di berbagai Kota di Indonesia. Syukuran dan pelepasan siswa/i SD Hikmah 1 Yapis ini dilaksanakan di Wisma Atlet Mandala Sabtu (18/6) lalu.

Kepala Sekolah SD Hikmah Yapis Muchadiyah dalam sambutannya mengatakan mendidik anak-anak selama 6 tahun bukan hal yang mudah, kekecewaan dalam proses belajar mengajar pasti ada dan hal tersebut adalah wajar, pihak sekolah tetap berusaha menjadi yang terbaik buat peserta didik. Dia berpesan kepada para siswa/i untuk selalu fakir Ilmu, dengan terus belajar dan belajar agar dapat membanggakan orang tua.

  Di tempat yang sama Ketua Yapis Kota Jayapura Hadiyana Yapis selalu berkomitmen untuk menyeimbangkan Imtaq dan Imtek. Ada siswa-siswi yang berprestasi akan diberikan beasiswa sehingga ciri khas Yapis benar-benar nampak. “Ilmu sangat penting bagi siswa-siswi jika ingin mencari dunia dibutuhkan ilmu, mengejar akhirat juga perlu ilmu,”katanya.

Sedangkan ketua  komite sekolah SD Hikmah Yapis 1 Abdul Rasyidmengatakan kelulusan SD bukanlah akhir tapi awal untuk memasuki jenjang yang lebih tinggi, dan perjalanan anak-anak masih sangat panjang.  ” Terima kasih kepada sekolah yang selama 2 tahun pandemi, guru-guru telah bekerja keras agar anak-anak tetap belajar offline maupun online,” terangnya.

  Sementara pengawas SD Gugus 2 Jayapura Utara Yatini berpesan kurikulum merdeka tahun ini mulai digulirkan, tentang kurikulum merdeka jangan sampai salah persepsi. Justru kurikulum merdeka sangatlah berat dimana memacu anak-anak untuk mengembangkan potensi masing-masing. ” Jadi orang tua harus jeli juga dalam melihat bakat dan kemampuan anak-anak. Tak ada lagi orang tua yang memaksa anaknya harus menjadi begini atau begitu tapi melihat potensi diri anak-anak. Seperti suka memasak, ada sekolahnya, suka olahraga ada sekolahnya, hal itu ditekuni,” pesannya.

  Mantan kepala sekolah SD Tanjung Ria itu meminta anak-anak untuk memanfaatkan teknologi digital dengan baik, artinya jangan sampai seharian nonton youtube, main tik-tok dan sebagainya. ” Orang tua harus mengawasi anak-anaknya belajar, sebab anak yang cita-cita mau menjadi Youtuber harus belajar, harus berilmu, karena mengelola konten, karena itu belajar sangatlah penting,” tambahnya. (wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *