Kendaraan Kembali Antre Solar di SPBU

Mobil truk dan box yang akan mengisi solar di SPBU Entrop, Distrik Jayapura Selatan, Jumat (17/6) kemarin. (Priyadi/Cepos)

*Permintaan Solar Meningkat Akibat 

Pengangkutan logistik ke Wamena Meningkat

JAYAPURA-Antrian panjang kendaraan truk dan mobil box untuk mengisi BBM (Bahan Bakar Minyak) jenis solar kembali terlihat di SPBU di Kota Jayapura dalam beberapa hari terakhir.

General Manager PT.  Pertamina Patra Niaga Subholding C&T Regional Papua Maluku melalui Sales Branch Manager I Pertamina Papua,  Andi Reza menyebutkan, terjadinya antrian kendaraan untuk mengisi solar dikarenakan adanya peningkatan konsumsi BBM khususnya solar dalam pengangkutan logistik ke Wamena, Kabupaten Jayawijaya.

“Tim kami sempat cek testimoni konsumen dan terjadi kenaikan konsumsi BBM jenis solar khususnya pengangkutan logistik wilayah Wamena, karena kondisi cuaca sedang baik. Tapi kami akan monitor ketat bahwa stok tersedia di SPBU,” ungkap Andi Reza yang dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Jumat (17/6).

Andi Reza mengakui, untuk permintaan di lapangan memang ada peningkatan dan dilayani sesuai permintaannya dengan rata-rata pengiriman untuk SPBU  di Kota Jayapura,  70-80 Kl bio solar setiap hari.

Mengenai adanya salah satu SPBU di Kota Jayapura yang tidak menjual solar, Andi Reza membenarkan informasi tersebut. Salah satu SPBU di Kota Jayapura meminta untuk tidak menjual solar lantaran adanya pemukulan yang diduga dilakukan oknum sopir terhadap karyawan SPBU.

 “Kejadian sudah terjadi beberapa kali (pemukulan, red), sehingga kemarin SPBU sudah bersurat untuk izin tidak menjual solar terlebih dahulu takut akan semakin ricuh,” jelasnya.

Untuk mencegah antrian panjang kendaraan, Pertamina menurutnya menambah pasokan solar di SPBU terdekat sebagai alternatif untuk pelayanan kepada masyarakat.

Sementara itu, Darwis salah seorang sopir truk proyek yang mengantri solar di SPBU Entrop mengaku tidak tahu pasti apa yang menyebabkan terjadinya antrian kendaraan yang mengisi solar di SPBU.

Antrian panjang yang terjadi beberapa hari terakhir diakui Darwis sangat merugikan sopir karena tidak bisa kerja secara maksimal lantaran harus menunggu pengisian solar yang membutuhkan waktu berjam-jam.

 “Kami berharap pihak SPBU dan Pertamina bisa saling koordinasi. Jika seperti ini terus kita para sopir tidak bisa kerja maksimal dan bisa membuat kemacetan karena antrian panjang,” tuturnya.

Menurut Darwin, adanya informasi salah satu SPBU di padang bulan tidak menjual solar akibat adanya petugasnya yang di pukul oknum sopir dan ada kata kata yang mengancam membuat SPBU ini belum berani menjual solar dan akibatnya para sopir kena imbasnya.

 Sementara itu, dari pantauan Cenderawasih Pos antrian panjang kendaraan yang akan mengisi solar terlihat di SPBU APO dimana antrian kendaraan hingga ke lampu merah Dok II. Antrian juga terlihat di SPBU Nagoya yang antrian kendaraan masih terlihat hingga pukul 17.30 WIT kemarin. Kondisi yang sama juga terjadi di SPBU Entrop. (dil/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *