Siang Mengajar Malam Jualan,  Bahkan Ajarin Putra Daerah Cara Jualan Roti Bakar

Guru Rianto Jaya saat melayani anak didik disela-sela  kegiatannya menjual roti bakar, Sabtu (11/5). (Robert Mboik Cepos)

Cerita Guru Riyanto Jaya,  Pengajar yang Juga Berprofesi sebagai Penjual Roti Bakar

Guru Riyanto Jaya begitu dia biasa disapa,  pria kelahiran Toraja tahun 1990 itu kini tercatat sebagai guru matematika di Yayasan Santo Antonius Padua Sentani. Selain menjadi guru, dia kini juga menggeluti usaha kuliner menjual  roti bakar. Bagaimana kisahnya, berikut laporannya.

Laporan : Robert Mboik-Sentani

SIANG itu saya begitu kaget ketika melihat Pak Guru Riyanto Jaya memaparkan materi pembelajaran siswa dihadapan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jayapura dan sejumlah guru lainnya yang tergabung dalam program guru penggerak merdeka belajar.

Di saat yang sama,  saya juga meliput kegiatan itu, penasaran dengan munculnya  Pak Guru Riyanto Jaya yang berdiri di depan memaparkan materi. Karena setahuku  pria itu setiap malam dijumpai di pinggir jalan  Youmakhe Kehiran Sentani saat menjual roti bakar.

Rasa penasaranku pun muncul dan seketika menghampirinya serta mencoba untuk  berkomunikasi lebih dekat dan sedikit mempertanyakan profesinya yang sebenarnya.  Pak Guru Riyanto mengakui bahwa selain menjadi guru di sekolah, dia juga menggeluti usaha menjual roti bakar di malam hari.  Usaha itu dilakukannya untuk menopang kehidupan sehari-hari karena baginya, hidup di Papua tidak bisa hanya mengandalkan gaji honor di tempatnya bekerja.

Awal mula ceritanya memulai usaha menjual roti ini ketika dalam satu kesempatan pernah melakukan usaha menjual roti bersama dengan temannya.  Namun karena hasilnya sedikit karena harus membagi sama rata dengan rekannya itu, sehingga dia memilih untuk menjalani usaha menjual roti itu sendirian.

“Saya beli gerobak,  lalu saya memulai usaha ini, lama-lama saya tekuni saja karena memang kalau kita guru kan gajinya enggak seberapa. Jadi untuk bertahan hidup di Papua susah, kita yang honor begini. Akhirnya saya jualan roti saja sambil mengajar,” kata Guru Rianto Jaya saat ngobrol bersama Cendrawasih pos di Sentani belum lama ini.

Menjalani profesi baru menjual roti memang awalnya sedikit malu tapi lama-kelamaan  seiring waktu berjalan rasa malu itu sudah hilang dan dia terus menekuni usahanya untuk berjualan roti bakar.  Ada rasa bahagianya tersendiri apalagi pada saat menekuni profesi ini terkadang bertemu dengan siswa-siswinya dan menyapanya pak guru.

Baginya itu merupakan salah satu cara terbaik untuk memberikan motivasi kepada anak didiknya.  Meski diakuinya honor yang diperolehnya tidak seberapa dengan beban kerja yang dijalankan selama ini, namun berat juga baginya untuk meninggalkan profesi guru. Karena dia sudah merasa terpanggil untuk menjadi guru.  Bahkan di sela-sela kegiatannya di malam hari menjual roti itu, masih ada saja siswa-siswinya datang untuk meminta bantuannya mengajarkan mata pelajaran matematika ataupun tugas yang diberikan oleh guru.

“Tidak saja dari siswa saya sekarang tapi ada juga yang bekas anak murid saya yang di SMA mereka datang di tempat saya dan saya pasti selalu melayani mereka,”bebernya.

Ditanya kenapa alasannya memilih menjual roti daripada menjalani usaha lainnya.  Menurutnya usaha menjual roti bakar tidak terlalu menyita banyak waktu dan juga persiapan.  Cukup memiliki gerobak dan alat panggang setelah itu mendatangkan roti dan dipanggang lalu dijual.

Usaha ini juga dia tularkan ke anak-anak Papua,  sejauh ini ada dua sampai tiga orang anak-anak Papua yang menggeluti usaha menjual roti ini setelah mengikuti jejaknya. Baginya mengajari orang lain untuk menjalani profesi yang sama bukan sebuah ancaman untuk mendatangkan kerugian baginya.  Tapi ketika mereka berhasil dia juga pun turut merasa bangga.

“Salah satu bekas didikan saya itu ada anak Papua di Pos 7.  Pertama dia datang cerita-cerita lalu dia mau belajar dan saya ajari dia cara membuat roti bakar ini.  Saya senang karena saat ini juga dia sudah menggeluti usaha ini,”ujarnya.

Kini selain menjual roti dia juga mempunyai warung kecil yang ada di wilayah Doyo Baru.  Usahanya menjual roti ini ada di 2 tempat. Satunya di Jalan Kehiran dan satu lagi di Doyo Baru. Dia berharap agar anak-anak Papua lainnya mau memulai usaha apa saja meskipun untungnya tidak terlalu besar, kKarena apabila mau memulai dari hal yang kecil dulu, pasti suatu saat akan memperoleh hasil yang  besar juga. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *