Dinas PU Dorong Pemanfaatan Septic Tank  Fiber

Kantor Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Jayapura, Sabtu (11/6). (Robert Mboik Cepos)

SENTANI– Selama 3 tahun belakangan ini Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Jayapura melalui Bidang Teknik Penyehatan Lingkungan terus memprogramkan pemanfaatan septic tank fiber untuk mengganti septic tank konvensional.  Program ini dilakukan oleh pemerintah untuk menjaga kualitas air tanah,  agar tetap bersih dari paparan virus dan bakteri.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Jayapura,  Alphius Toam menjelaskan, program sanitasi lingkungan ini mendapat dukungan dana dari pemerintah pusat,  yang mana penyelenggaraannya di setiap wilayah dilakukan secara bertahap setiap tahun.

“Khusus untuk sanitasi ini kita mendapat sumber pendanaan melalui APBN,  dalam hal ini dana  alokasi khusus.  Fokus dari program kegiatan ini adalah peningkatan derajat kesehatan masyarakat, jadi kita membangun septic tank,” kata Alphius Toam, Sabtu (11/6).

Diharapkan dengan tangki fiber yang kedap air,  lebih bisa menjaga dan lebih ramah lingkungan. Pemanfaatan septic tank fiber ini sangat menjamin kualitas air tanah karena anti bocor sehingga tidak mengganggu kualitas air tanah dari paparan virus dan bakteri.  Harus diketahui bahwa pemanfaatan air tanah sejauh ini cukup tinggi karena itu kualitasnya juga harus dijaga.

“Jadi inilah kenapa 3 tahun terakhir ini kita salah satu kabupaten Jayapura yang  terus secara  berkesinambungan. Kita terus  memperbaiki sistem sanitasi lingkungan dengan harapan  kesehatan masyarakat semakin meningkat” ujarnya.

Lanjut dia,  pembangunan septic tank ini dilakukan secara bertahap setiap tahun,  sesuai dengan ketersediaan dana dari pusat. Misalnya di tahun 2022 ini ada 4 kampung yang dilayani melalui program sanitasi ini.  Di mana tempat kampung ini ada sekitar 63 keluarga yang mendapatkan bantuan dari pemerintah.

“Pembenahan- pembenahan dari  sektor sanitasi itu  yang pertama di Kampung Sereh ada 64 unit,  kemudian dari Kampung Yahim ada 63 unit,  kemudian Kampung Yobe 63 unit serta yang terakhir Kelurahan dan Kota itu 63 unit, sehingga setiap tahun  hampir  selalu ada  selama pusat terus memprogramkan  melalui penyediaan anggaran,”tandasnya. (roy/ary)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *