Dukung Pembangunan Gedung Rehabilitasi Pecandu Narkoba

Kasman, S.Pd.,M.Pd., (Kasman for Cepos)

JAYAPURA-Meski saat ini di Papua, khususnya banyak penyalahgunaan/pencandu Narkoba terutama dari jenis Ganja, namun hingga saat ini di Provinsi Papua  belum ada tempat rehabilitasi bagi para pencandu Narkoba. Padahal bagi para pecandu Narkoba, seharusnya bukan dihukum pidana, tapi dilakukan rehabilitasi agar terbebas dari akar masalah, yakni kecanduan Narkoba.

   Belum adanya tempat rehabilitasi pencandu Narkoba ini, membuat para pengguna/pecandu Narkoba terpaksa dilakukan rehabilitasi di Makasar dengan biaya sendiri atu keluarga.   Oleh sebab itu, dalam membantu pelayanan rehabilitasi pengguna Narkoba Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Papua telah meminta kepada Pemprov Papua untuk bisa membangun gedung rehabilitasi pengguna Narkoba. Dan dengan adanya rencana Pemprov Papua ingin membangun Rumah Sakit Jiwa (RSJ) sekaligus tempat rehabilitasi pengguna Narkoba tentu sangat disambut baik BNN Papua.

  Kepala BNN Provinsi Papua Tjatur Abrianto, S.I.K melalui Penyuluh Narkoba Ahli Madya BNN Provinsi Papua Kasman, S.Pd.,M.Pd.,mengakui, terkait rencana Pemprov mau membangun RSJ /rehabilitasi pasien narkoba di Koya Tengah, memang pihaknya belum dapat infonya. Jika memang benar, tentuk pihaknya sangat mengapresiasi dan sangat mendukung karena ini sangat penting, untuk  mempermudah proses rehabilitasi bagi para korban penyalahgunaan narkoba.

  Selain itu, biaya yang dikeluarkan oleh para korban penyalahgunaan Narkoba semakin rendah dan pengontrolan klien akan mudah karena berdomisili di wilayah Papua.  “Menurut saya, ya harus dibangun tempat rehabilitasi di Papua. Mengingat korban penyalahgunaan Narkoba setiap tahunnya cukup tinggi dan didominasi oleh kalangan usia produktif,”ujar Kasman, Kamis (9/6) kemarin.

  Jika nanti dibangun gedungnya, lanjut Kasman, tentu BNN Papua juga harus dilibatkan supaya dalam pembangunannya untuk tempat rehabilitasi korban penyalahgunaan Narkoba bisa sesuai dengan yang diharapkan dan bisa bermanfaat dengan jangka lama.

   Menurutnya, kasus penyalahgunaan Narkoba di papua masih banyak didominasi dari Ganja karena ganja yang masuk dari negara perbatasan masih begitu tinggi lewat jalan tikus. Itu sebabnya, peran serta masyarakat dan aparat keamanan yang berada di daerah perbatasan sangat penting dalam memutus mata rantai penyebaran masuknya barang haram itu.(dil/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *