Ditemukan Tewas, Balita Terlempar Sebelum Helikopter Jatuh

Tim SAR saat mengevakuasi jenazah Piliter balita berusia 2,5 tahun penumpang helikopter Bell 412 SP PK-DAR di Lanud  Yohanis Kapiyau, Timika, Kamis (9/6). (Yonri for Cenderawasih Pos)

JAYAPURA-Proses evakuasi korban jatuhnya pesawat helikopter bertipe Bell 412 SP dengan registrasi PK-DAR akhirnya berbuah.

Satu balita bernama Piliter yang sebelumnya dilaporkan terlempar ke luar pesawat berhasil ditemukan. Namun sayangnya bayi berusia 2,5 tahun ini ditemukan dalam keadaan tak bernyawa alias sudah meninggal.

Hal ini disampaikan Danlanud Yohanis Kapiyau, Letnan Kolonel Penerbang, Slamet Suhartono didampingi Dandim 1710/Mimika, Letkol Dedy Dwi Cahyadi,  Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Timika George L.M. Randang dan tim SAR Gabungan lainnya saat menggelar press rilis di Timika, Kamis (9/6).

Dalam rilisnya dijelaskan bahwa setelah memastikan 10 korban selamat, tim SAR kemudian fokus mencari seorang anak berusia 2,5 tahun yang terlempar.

Balita ini terlempar keluar dari jendela saat dipegang pamannya jelang jatuhnya pesawat. Kamis (9/6) kemarin sekira  pukul 13.00 WIT kemarin tim sar lewat telepon satelit menyampaikan bahwa mereka menemukan jenazah dan sudah dikemas untuk diangkut. Tim SAR juga mengambil data yang ada di pesawat untuk kepentingan investigasi.

“Heli Carakal juga kami kerahkan untuk menjemput dan saat ini proses penjemputan,” beber Slamet di  Lanud Yohanis Kapiyau, Timika kemarin.

Dijelaskan bahwa ada 16 orang dimana 6 orang dari Basarnas dan 10 orang aparat gabungan Brimob dan TNI diturunkan untuk mengevakuasi.”Saya kemarin ikut ke TKP dan posisi jatuh heli berada di lembah di antara 2 bukit. Namun untungnya korban selamat dan ada data pergerakan pesawat sehingga kami tahu posisi. Saat itu memang medannya sulit karena heli tak terlihat dari atas namun kami yakin  ada orang di bawah sehingga tim langsung turun,” bebernya.

Namun proses untuk mendekati pesawat diakui tak mudah. Saat turunkan tim, Heli Carakal tidak bisa mendarat  sehingga semua tim SAR turun dengan cara rapling. “Kami lakukan cara ini dalam menurunkan dan menaikkan. Kami bersyukur dua hari ini proses evakuasi cuaca dan alam masih bersahabat,” tambahnya.

Sementara  kondisi pesawat mengalami rusak berat dimana bagian ekor patah. Selain itu ada asap namun tidak terbakar. Ini juga yang menurut Danlanud membuat korban bisa tetap hidup. “Ekor patah dan  posisi terbalik 90 derajat. Di sekitar lokasi juga ada sungai kecil,” tambahnya.

Danlanud Slamet menyampaikan, Kamis (9/6) siang kemarin akhirnya jenazah Piliter ini berhasil dievakuasi untuk selanjutnya disemayamkan di rumah duka. Saat ini dikatakan pihak KNKT tengah meminta recorder atau black box dan data pesawat untuk ditelusuri mengapa bisa jatuh.

“Lalu soal bangkai pesawat kami pikir posisinya sulit dan kami lebih mengutamakan keselamatan. Yang jelas posisi  pesawat berada di lereng atau dilembah dan memang tidak mudah. Sebab sekitar 10 mile tidak ada perumahan makanya kami gelar aparat dulu baru kami lakukan evakuasi meski sejatinya tidak terlalu rawan. Kondisi korban sendiri  disampaikan hanya mengalami luka – luka lecet namun semua selamat,” pungkasnya. (ade/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *