Beban Kerja Damkar Makin Berat

Pemkot Pertimbangkan Untuk Jadi Lembaga Tersendiri

JAYAPURA – Pemerintah Kota Jayapura menyadari pentingnya ketersediaan fasilitas armada kebakaran di Kota Jayapura, khususnya distrik Muara Tami pasca kejadian kebakaran di TPA Koya Koso maupun Ruko di Koya Barat. Termasuk kebakaran pasar di perbatasan Wutung beberapa waktu lalu.

  “Memang di Muara Tami belum ada pos tapi jika terjadi (red: kebakaran) akan di backup dari sini. Terutama yang terdekat dari Jayapura Selatan dan Youtefa. Hal sama juga dilakukan saat terjadi kebakaran di TPA Koya Koso. Dua armada standby kesana untuk memadamkan kebakaran yang terjadi,” ungkap Penjabat Walikota, Dr. Frans Pekey kepada wartawan di ruang rapat Walikota, Kamis (9/6).

  Belum adanya pos damkar di daerah Muara Tami menjadi perhatian pemerintah karena wilayah tersebut kini juga mulai padat dengan pemukiman warga. “Perkembangan kondisi daerah Muara Tami yang kian banyak dibangun KPR, semakin meningkatnya penduduk maka mau tidak mau pemerintah harus lakukan penguatan-penguatan terhadap armada damkar disitu,” jelasnya.

  Menurutnya, padatnya pemukiman meningkatkan resiko kebakaran juga semakin tinggi. Dan juga timbunan sampah rumah tangga, sampah bisnis, sampah industri dan lainnya akan semakin banyak. “Dengan seringnya kejadian kebakaran yang hampir tiap minggu, selain itu juga dengan bertambahnya jumlah penduduk itu juga menambah resiko dan beban kerja bagi Damkar sendiri untuk siaga dalam penanganan kebakaran,” imbuhnya.

  Frans mengungkapkan, sebenarnya sudah dilakukan pembahasan agar Damkar bisa membentuk suatu kelembagaan sendiri, karena selama ini masih di bawah Satpol PP. “Sudah dibahas beberapa waktu yang lalu dan kita akan terus melakukan kajian dan mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama itu dibahas,” tandasnya. (Rhy/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *