Ajak Masyarakat Keerom Menjaga dan Melindungi Lingkungan

Bupati Keerom, Piter Gusbager, S.Hut, MUP, saat melakukan gerebek sampah di sekitar jalan raya Swakarsa, Kamis, (9/6), kemarin. (istimewa)

KEEROM– Untuk meningkatkan partisipasi masyarakat melakukan pengelolaan sampah dari sumbernya, sehingga mengurangi timbunan sampah dan mendukung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Keerom menuju Kota Ardipura, maka Pemkab Keerom menggelar pendampingan pengurangan sampah.

Kegiatan tersebut bertepatan dengan perayaan Hari Lingkungan Hidup se-dunia yang dilaksanakan di Lapangan Sepak Bola Swakarsa, Kamis, (9/6).

Bupati Keerom, Piter Gusbager, S.Hut, MUP, dalam momentum ini mengajak seluruh masyarakat serta para pengambil kebijakan di Kabupaten Keerom untuk menjaga lingkungan dengan baik untuk kelangsungan kehidupan jangka panjang.

“Kita mewakili banyak orang, mari pada peringatan hari lingkungan hidup ini kita menjaga lingkungan kita bersama. Kita tidak bisa hidup tanpa udara yang segar. Kita telah menetapkan motto pembangunan “Tuhan yang Menciptakan, Kita yang Membangun”,”ungkapnya.

Orang nomor satu di Kabupaten Keerom itu mengajak seluruh lapisan masyarakat di Keerom untuk sama-sama melindungi lingkungan untuk mendukung kehidupan 1000 tahun ke depan.

“Semoga kegiatan ini tidak hanya seremonial, tapi memberikan pesan moral bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama. Kita harus pulang dari tempat ini membawa sebuah spirit perubahan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Papua, Edward Sembiring, S.Hut., M.Si., mengatakan, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini merupakan peringatan 50 tahun Konferensi Stockholm. Konferensi Stockholm tahun 1972 telah meletakkan dasar pengaturan global mengenai perlindungan lingkungan dan dalam hubungan pembangunan dengan alam dan manusia.

“Indonesia memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2022 dengan mengambil tema “Satu Bumi untuk Masa Depan”. Peringatan Hari Lingkungan Hidup menjadi momen penting untuk terus menumbuhkan, meningkatkan kesadaran dan kepedulian untuk terus memperbaiki kualitas lingkungan,”pesanya.

Kata Sembiring, untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat perlu kerja keras dan dukungan serta kolaborasi dari berbagai pihak terkait, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha dan pengelola kawasan serta masyarakat. Salah satu permasalahan lingkungan yang belum terselesaikan sampai sekarang adalah masalah timbulan sampah yang belum tertangani dengan baik.

Dalam rangka mendukung program pengurangan timbulan sampah di Kabupaten Keerom yang telah direncanakan di dalam dokumen Jakstrada, maka kata Sembiring, P3E Papua menyelenggarakan kegiatan pendampingan pengurangan sampah di Kabupaten Keerom melalui aksi gerebek sampah dan demo pembuatan kompos skala perumahan dan skala rumah tangga.

“Kegiatan tersebut diharapkan dapat mengedukasi cara pemilahan sampah sesuai jenis dari sumbernya, meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam mengelola sampah organik menjadi kompos, meningkatkan pengetahuan terkait manajemen pengelolaan bank sampah,” pungkasnya.

Dalam kegiatan ini, Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Provinsi Papua juga membagikan 5.639 bibit gratis yang terdiri dari bibit kayu-kayuan berjumlah 2.595 kemudian bibit MPTS berjumlah 3.044. (eri/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *