Egianus Kogoya Dimanfaatkan Untuk Kacaukan Nduga

Sejumlah bocah saat menyaksikan pesawat yang parkir dan melakukan bongkar muat di Bandara Keneyam, Kabupaten Nduga, Jumat (3/6) lalu. (Elfira/Cepos)

*Bupati Nduga Minta Kapolres dan Dandim, Oknum yang Sengaja Kacaukan Nduga

JAYAPURA-Insiden penembakan pesawat caravan Semuwa Aviasi Mandiri (SAM) Air dengan nomor registrasi PK-SMG di Bandara Keneyam, Kabupaten Nduga, Selasa (7/6) pagi menurut Penjabat Bupati Nduga, Namia Gwijangge, S.Pd., M.Si., ada elit politik tertentu dan oknum tertentu yang sengaja memanfaatkan kelompok Eginaus Kogoya untuk melakukan kekacauan di Kabupaten Nduga.

Untuk itu, Bupati Namia Gwijangge meminta Egianus dan kelompoknya  untuk tidak mendengar provokasi dari orang lain guna melakukan kekacauan di Nduga.

“Ada orang lain yang sengaja memprovokasi mereka (KKB-red). Ada kepentingan politik tertentu yang memengaruhi kelompok Egianus untuk masuk melakukan penyerangan dan melakukan gangguan di Keneyam,” ungkap Namia Gwijangge saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos melalui telepon selulernya, Rabu (8/6).

Bupati mengaku mengetahui ada oknum-oknum tertentu yang bermain di Nduga. Untuk itu, dirinya meminta tidak boleh ada orang-orang tertentu yang sengaja mengacaukan daerah Nduga.

“Saya sudah lihat ada permainan orang-orang tertentu yang punya kepantingan politik, ambisi, jabatan dan kepentingan lainnya hingga sengaja menciptakan konflik di Nduga,” bebernya.

Lanjut Namia Gwijangge, jika merasa menjadi orang Nduga maka seharusnya yang dilakukan adalah membangun Nduga dengan jiwa besar. Bukan malah menggunakan KKB sebagai alat untuk sengaja memancing kelompok Egianus dengan berbagai cara menganggu masyarakat Nduga.

Dirinya juga menyayangkan atas insiden penembakan pesawat yang saat itu sedang parkir di Bandara Keneyam. Dimana atas insiden penembakan itu mengenai warga sipil.

“Tujuan mereka apa hingga menembak sipil. Kasihan masyarakat yang tidak menahu apa-apa yang sedang menjual di pasar. Ini serangannya ke masyarakat sipil dan ini tidak boleh,” tegasnya.

Atas insiden penembakan tersebut, Bupati Namia Gwijangge meminta masyarakat Nduga yang ada di Keneyem ibukota Kabupaten Nduga untuk tetap tenang. Sebagaimana kondisi Nduga saat ini sudah aman dan aktivitas penerbangan kembali normal seperti biasa. Begitu juga dengan aktivitas warga di Kabupaten Nduga. “Insiden yang terjadi kemarin itu di luar dugaan kita. Ada oknum yang sedang bermain dan kami sudah tahu itu. Besok jika hal serupa masih terjadi, pelakunya akan kita tangkap,” ujarnya.

Bupati Namia Gwijangge meminta Kapolres Nduga dan Dandim Yahukimo untuk segera menangkap oknum-oknum yang sengaja bermain di Keneyam. Agar masyarakat tetap tenang dan tetap melaksanakan aktivitas seperti biasa.

Saat insiden penembakan pesawat, dirinya bersama rombongan yang terdiri dari Dandim Yahukimo, kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nduga, Direktur Rumah Sakit Keneyam menggunakan pesawat baru saja lepas landas dari Keneyam menuju Timika dalam rangka melakukan kerja sama dengan salah satu rumah sakit di Kabupaten Mimika.

“Dua menit setelah pesawat yang kami tumpangi take of dari bandara Nduga, KKB masuk melakukan penembakan kepada pesawat SAM Air. Mungkin tujuan mereka (KKB-red) mau menembak pesawat kami, namun justru mengenai pesawat lainnya,” tutupnya.

Sementara itu, Kapolres Nduga, AKBP. I Komang Budiartha menyampaikan situasi Nduga mulai kondusif pasca penembakan terhadap pesawat SAM Air dan kegiatan masyarakat berjalan seperti biasa.

Judul Sambungan: Tak Ada Penambahan Pasukan, Pilot SAM Air Dievakuasi ke Jayapura

Sementara pesawat  yang ditembak menurut Kapolres, sudah tidak bisa terbang dan sedang dalam proses perbaikan. “Teknisinya sudah datang sejak kemarin untuk melakukan perbaikan pesawat yang ditembak,” kata Kapolres Komang Budiartha saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos, Rabu (8/6).

Kapolres menjelaskan, pihaknya kini meningkatkan patroli di Nduga. Anggota tetap melaksanakan patroli seperti biasa untuk memberi rasa aman kepada masyarakat, usai berpatroli anggota kembali ke pos.

Adapun untuk pengamanan di Bandara Keneyam, menurut Kapolres Komang Budiartha, tidak ada pengamanan kecuali ada permintaan pengamanan barulah anggota melakukan pengamanan di bandara.

“Di bandara tidak ada pengamanan kecuali ada yang minta untuk melakukan pengamanan baru kita lakukan pengamanan. Selain itu di Bandara Keneyam masih terbuka untuk umum dan belum safety sehingga siapapun bisa masuk. Bahkan dalam bandara masih ada rumah rumah masyarakat di runway,” terangnya.

Menurut Kapolres Komang Budiartha, insiden penembakan pesawat kemarin tidak diperkirakan. Sebab, tidak ada tanda-tanda. Setelah anggota melakukan respon, KKB sudah keluar atau lari. “Dugaan kami sementara pelaku penembakan adalah kelompok Egianus Kogoya,” pungkasnya.

Adapun pasca penembakan pesawat SAM Air di Bandara Keneyam, Nduga,  TNI-Polri dan pemerintah bergerak cepat. Pertama mengamankan pilot yang sempat terluka kemudian mengamankan areal bandara.

Pilot Capt  Muhammad Farhan dan Kopilot Reza Ariestha Rahaniaga yang terluka  akhirnya tiba di Sentani, Kabupaten Jayapura pada Selasa (7/6) sekira pukul 16.58 WIT. Keduanya berhasil dievakuasi dari Kabupaten Nduga menuju Jayapura menggunakan pesawat Twin Otter SAM Air pada pukul 15.30 WIT.

Sementara hingga kini tak ada penambahan pasukan untuk wilayah Nduga karena situasi sudah bisa dikendalikan.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol. Drs. Ahmad Musthofa Kamal, SH., saat dikonfirmasi mengatakan akibat penembakan pesawat SAM Air di Bandara Keneyam, Kabupaten Nduga, pilot dan kopilot mengalami luka ringan. “Pilot Capt. Muhammad Farhan mengalami luka lecet pada bagian lutut sebelah kanan dan kiri serta lebam pada bagian tangan sebelah kiri. Sedangkan untuk kopilot  Reza Ariestha Rahaniaga mengalami lecet pada jari kelingking sebelah kiri,” kata Kombes Kamal.

Saat ini keduanya telah ditangani medis serta penanganan trauma akibat kejadian penembakan. “Setibanya di Bandara Udara Sentani, pilot dan kopilot langsung dijemput menggunakan mobil milik SAM Air menuju mess Pilot di Kompleks BTN Sosial Sentani untuk istirahat dan melanjutkan pengobatan,” ujar Kabid Kamal.

Sementara Staf Ahli Bupati, Djoni Karel menyampaikan bahwa pemerintah dan masyarakat Nduga meminta maaf atas peristiwa penembakan di Bandara Keneyam Nduga.

Djoni berharap peristiwa serupa tidak kembali terjadi di Kabupaten Nduga. “Mewakili Pemerintah Kabupaten Nduga sekali lagi mengucapkan permohonan maaf yang sebesar-besarnya dan menyesali kejadian penembakan pesawat tersebut,”ujar Djoni Karel.

Disamping itu, pihaknya juga mengucapkan terima kasih kepada TNI – Polri yang telah hadir di lokasi TKP tepat waktu sehingga situasi di Bandara Keneyam bisa diambil alih dan kembali kondusif. “Kami terima kasih atas bantuan semua pihak baik TNI-Polri yang sigap mengamankan lokasi. Kami tidak bisa membalas kebaikan bapak-bapak sekalian namun kami percaya Tuhan punya rencana yang lebih baik untuk kita semua,”tegas Djoni.

Sementara itu, salah satu pilot SAM Air,  Yosep Mayau mengatakan, pesawat SAM Air PK-SMG seperti biasa melayani rute Sentani-Mulia. Namun Selasa (7/6) kemarin, pesawat ini rutenya sedikit berubah.

Setelah take off dari Bandara Sentani menuju Mulia dan tiba dengan selamat,  selanjutnya pesawat berangkat lagi dari Bandara Mulia menuju Keneyam. Dari Keneyam, pesawat kemudian terbang ke Bandara Wamena.

Pada flight yang kedua, dari Wamena menuju Keneyam inilah naas bagi pesawat ini. Dimana setelah beberapa saat landing dan menurunkan semua barang serta penumpang, pesawat itu tiba-tiba diserang oleh sekelompok orang menggunakan senjata api dan melakukan penembakan secara membabi buta ke arah pesawat.
“Waktu mereka landing dan kemudian parkir lalu menurunkan semua penumpang dan barang-barang,  saat terparkir itu mereka ditembaki secara brutal,” ucap Yosep Mayau kepada sejumlah wartawan di Sentani, Kabupaten Jayapura, Rabu (8/6) kemarin.

Pria muda yang berasal dari Beoga, Kabupaten Puncak yang sudah 8 tahun bekerja sebagai pilot di SAM Air milik Semuwa Group, semestinya menerbangkan pesawat PK-SMG ini. Namun dirinya batal terbang karena mengalami gangguan kesehatan. Dia jatuh sakit sehari sebelum menerbangkan pesawat itu. Untuk itu, Yosep meminta agar jadwalnya diganti pilot lain. Yosep kemudian digantikan oleh Capt Muhammad Farhan Fahri dan  Reza A Ragainaga sebagai kopilotnya.

Saat penyerangan, pilot dan kopilot masih berada di pesawat. Mereka kemudian melompat dan berlari ke arah parit yang ada di sekitar kawasan bandara.  Keduanya sempat dikejar oleh orang bersenjata api dan berupaya menembaki keduanya dari jarak sekitar 2 meter yang saat itu berada di dalam parit.  Namun beruntung senjata api tersebut tidak bisa berfungsi,  keduanya kemudian terus berlari dan berlindung ke rumah warga.

Letusan senjata api terus terdengar dan tidak diketahui arahnya ke mana. Kondisi ini berlangsung sekira 20 sampai 30 menit.  Setelah itu barulah ada respon dari pihak keamanan dan berhasil mengambil alih situasi di sekitar tempat kejadian.

Di tempat yang sama Owner Semuwa Group, Wagus Hidayat menyebutkan bahwa sesaat sebelum terjadi penembakan, ada seseorang yang yang berperilaku layaknya orang dengan gangguan jiwa berada di sekitar area bandara, sambil berteriak-teriak dan mengangkat tangannya saat pesawat landing dan mengambil posisi menuju apron. Patut diduga, aksi orang yang seperti orang dengan gangguan jiwa itu, mungkin sedang memberi syarat ke KKB untuk segera melakukan penyerangan. Karena saat aksi penyerangan, pria yang berprilaku seperti orang dengan gangguan jiwa itu berada dalam barisan kelompok bersenjata api tersebut.

“Kami menyayangkan peristiwa penembakan yang terjadi pada pesawat kami di Bandara Keneyam.  Misi kami di sini hanya untuk  menjangkau seluruh wilayah Papua bukan yang lain,” ujarnya.

Saat ini pilot dan kopilot menurut Wagus Hidayat sudah dievakuasi menggunakan pesawat twin otter sesaat setelah kejadian itu.

“Saat ini sedang dalam masa pemulihan akibat trauma setelah peristiwa itu.  Kondisi keduanya juga masih dalam keadaan sehat, hanya saja sang pilot mengalami sedikit luka lecet di kaki bagian kanan karena benturan saat melarikan diri,” tambahnya.

Terkait masalah ini pihaknya meminta pemerintah dan aparat keamanan supaya bisa memberikan jaminan keamanan bagi aktivitas penerbangan di wilayah-wilayah terpencil Papua.  Karena peristiwa ini tentunya sangat memberikan dampak bagi masyarakat di pedalaman untuk mendapatkan pasokan logistik yang sejauh ini masih mengandalkan pendropingan melalui  penerbangan. (fia/ade/roy/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *