Banyak Tantangan, Tak Mudah Jadi Penjabat Walikota

Suasana Ibadah Syukuran Penjabat Walikota Jayapura dan Forkopimda bersama masyarakat Kota Jayapura, di Auditorium Uncen, Rabu (7/6) kemarin. (Yohana/Cepos)

JAYAPURA – Usai dilantik menjadi Penjabat Walikota Jayapura, oleh Mendagri pada 27 Mei 2022, Dr Frans Pekey, MSi melakukan pertemuan  guna meningkatkan tali silaturahmi bersama  masyarakat, Forkopimda dan juga pimpinan  semua OPD di lingkungan Pemerintah Kota Jayapura dalam kegiatan ibadah syukur.

  Penjabat Walikota Jayapura, Frans Pekey mengatakan, dirinya sangat berterima kasih kepada Wali Kota dan Wakil Wali Kota sebelumnya, yang telah mempercayakan dirinya sebagai Sekda Kota Jayapura, sehingga pada kesempatan ini dirinya dipercayakan Tuhan menjadi Penjabat Wali Kota Jayapura.

  “Menjadi Penjabat Walikota atau karteker, bertujuan untuk mengisi masa transisi pemerintah, dalam jangka waktu tertentu, untuk menjadi karteker atau penjabat kepala daerah sendiri mendapat seleksi ketat dari pemerintah pusat, sebelum ditentukan siapa yang harus menduduki jabatan karteker tersebut,” katanya kepada Cenderawasih Pos, Rabu (7/6) kemarin.

  Diakuinya, pada pelantikan 5 karteker penjabat kepala daerah yakni 4 kabupaten dan 1 kota pada (27/5) lalu, merupakan hal yang baru, dimana kelima daerah tersebut yang menjadi Penjabat Kepala Daerahnya rata-rata Sekdanya

  “Ini hal yang baru, biasanya karteker akan diisi oleh pegawai Pemprov, tetapi kali ini para sekda, dalam menjalankan tugas sebagai Penjabat Walikota Jayapura tidak mudah,” jelasnya.

   Lanjutnya, dimana Kota Jayapura sebagai  Ibu Kota Provinsi Papua, merupakan pusat bisnis, pusat pendidikan, pusat kesehatan, pusat kemajuan teknologi, hingga memiliki masyarakat yang terdiri dari berbagai suku dan bahasa, pastinya memiliki dampak positif dan negatif.

  “Ini tentunya memiliki tantangan tersendiri, sebagai Penjabat Walikota, kami diamanatkan beberapa poin penting yaitu menciptakan kondisi daerah yang aman dan kondusif, menjaga kestabilan ekonomis dalam hal harga pasar, menjaga kestabilan pelayanan publik, mempertahankan prestasi yang sudah ada serta mensukseskan pemilu pada tahun 2024,” terangnya.

  Untuk itu, pihaknya harapkan adanya kerjasama, koordinasi dengan semua pihak baik Forkopimda, Tokoh masyarakat, Tokoh Adat, Agama, OPD yang ada bahkan masyarakat untuk menjalankan pemerintahan di kota Jayapura semakin baik kedepannya sesuai dengan visi dan misi Pemerintah Kota Jayapura. (ana/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *