Polisi Panggil Koordinator Aksi Demo PRP

AKBP. Muh Safei AB, SE. (*Denny/Cepos )

*Untuk Klarifikasi Insiden Patahnya Tiang Bendera di Gedung DPRD Jayawijaya

WAMENA-Insiden patahnya tiang bendera di kantor DPRD Jayawijaya dalam aksi demo Petisi Rakyat Papua (PRP), Jumat (3/6) lalu, sudah ditindaklanjuti Polres Jayawijaya.

Terkait insiden tersebut Polres Jayawijaya telah mengirimkan undangan klarifikasi terhadap koordinator namun sampai saat ini yang bersangkutan tidak hadir bahkan tak bisa dihubungi.

“Ini sudah dilayangkan panggilan tapi sampai hari ini yang bersangkutan belum hadir. Kemudian nanti akan dilayangkan lagi panggilan kedua untuk meminta keterangan terkait dengan aksi yang kemarin ini kelompok mana,” ungkap Kapolres Jayawijaya, AKBP. Muh Safei AB, SE., kepada Cenderawasih Pos, Senin (6/6).

Polres Jayawijaya menurut Kapolres,  ingin mempertanyakan apakah masuk dalam agenda atau apa, karena banyak video yang beredar seperti itu sehingga ini harus diklarifikasi oleh koordinator aksi dan korlap-korlapnya

“Pada saat hari kejadian, itu langsung dibuat undangan untuk klarifikasi dan sampai hari ini sudah tanggal 6 yang bersangkutan belum hadir dan tidak bisa dihubungi. Untuk itu, nanti diikuti dengan jarak interval dua hari kita kirim lagi panggilan,” ujarnya.

Kapolres Safei menegaskan, apabila undangan sudah dilayangkan sebanyak tiga kali dan yang diundang untuk memberikan klarifikasi, maka pihaknya menerbitkan surat untuk mencari dengan perintah membawa.

“Tentu ini bukan penangkapan tetapi membawa disertai panggilan kemudian kepolisian akan meminta keterangan. Jadi kalau tidak kali tidak hadir, kita terbitkan surat perintah membawa. Namun ini bukan penangkapan, kita hanya membawa yang bersangkutan untuk dimintai keterangan kepada mereka untuk mengklarifikasi masalah itu,” tegasnya.

Safei juga mengakui terkait insiden saat aksi demo PRP, banyak beredar informasi foto dan video beredar yang menyebutkan bahwa bendera itu dicabut tiangnya. Ada juga yang mengatakan bahwa bendera diturunkan dari tali dengan paksa.

Namun menurutnya hal itu tidak benar. Dimana yang sebenarnya ada kelompok masyarakat yang berputar ditempat tersebut kemudian menrik tali bendera sehingga mengakibatkan tiang sambungan bendera itu patah dari lasnya sehingga tergantung. “Tidak benar jika ada yang menyatakan bahwa bendera dirobek dan tidak benar jika ada yang bilang itu bendera dibakar,” ucapnya.

Saat tiang bendera patah, Kapolres Safei meyebutkan bahwa dirinya sendiri yang memerintahkan penanggung jawab aksi untuk mengambil bendera dan menyerahkan kepadanya yang kemudian diserahkan ke Wakapolres Jayawijaya untuki diserahkan ke DPRD Jayawijaya.

“Itu yang sebenarnya yang terjadi bukan ada yang membakar atau  ada yang menyobek. Saya Kapolres Jayawijaya sendiri yang memegang bendera itu. Saya yang ambil dari penanggung jawab aksi. Saya suruh ambil, karena kalau saya yang masuk ke sana pasti keributan banyak. Setelah itu diserahkan ke saya lalu saya serahkan ke pak waka,” pungkasnya.

Kasat Reskrim Polres Jayawijaya, AKP. Matinetta, S. Sos., MM., menambahkan bahwa saat kejadian pihaknya langsung membuat laporan polisi dan juga membuat surat undangan klarifikasi terhadap koordinator aksi dan beberpa Koorlapnya. Namun hingga aksi demo selesai, mereka juga menghilang setelah massa bubarkan diri dan sampai sekarang belum bisa dihubungi.

“Ini masih tahap penyelidikan. Jadi kiya hanya melakukan undangan klarifikasi saja. Tapi belum ada respon dari mereka. Oleh karena itu kita juga masih menunggu,” tutupnya. (jo/ade/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *