Sudah 50 Persen Pemain Persipura Pamit

Direktur Utama PT. Persipura Papua, Herat Kalengkongan saat berpose bersama manajer Persipura Jayapura, Yan P. Mandenas serta Sekretaris Persipura, Rocky Bebena di Timika, Sabtu (4/6). (MO Persipura for Cepos)

*Manajer Diberikan Mandat Untuk Mengurus Persipura

JAYAPURA-Persipura Jayapura dipastikan akan diperkuat wajah-wajah baru pada kompetisi Liga 2 Indonesia. Mengingat, tim yang disebut sebagai kebanggaan masyarakat Papua telah ditinggal 50 persen pemain lamanya.

Para pemain yang sudah resmi berpamitan di antaranya, Dede Sulaiman, Fitrul Dwi Rustapa, Todd Ferre, Nelson Alom, Ricky Cawor, Feri Pahabol, Kevin Rumakiek, Donny Monim dan Israel Wamiau serta empat legiun asing Takuya Matsunaga, Yevhen Bokhashvili, Ramiro Fergonsi dan Hedipo Gustavo.

Tidak hanya mereka, beberapa pemain lainnya juga sedang dirumorkan akan angkat kaki dari tim berjuluk Mutiara Hitam itu. Mengingat beberapa di antara mereka masih menunggu kontrak baru dari manajemen Persipura. Jumlah tersebut bisa saja bertambah jika manajemen lambat memagari mereka.

Sehingga bisa dipastikan Persipura akan mendatangkan banyak pemain baru untuk memperdalam skuad mereka dalam mengarungi kompetisi kasta kedua tanah air tersebut.

Sebelumnya, Manajer Persipura Jayapura, Yan P. Mandenas mengaku belum bisa melakukan perekrutan pemain. Termasuk melakukan negosiasi dengan pemain-pemain yang kontraknya telah selesai.

Direktur Utama PT. Persipura Papua, Herat Kalengkongan mengatakan, Persipura telah menggelar rapat internal di Timika, Sabtu (4/6). Dalam rapat tersebut, para pemegang saham, komisaris dan direksi memberikan kewenangan penuh kepada Yan Mandenas selaku manajer tim untuk membangun dan mengelola tim Persipura Jayapura, termasuk terkait sponsorship.

“Manajer diberikan kewenangan penuh untuk melobi sponsor, membangun atau membentuk tim, serta mengelola seluruh kegiatan terkait tim Persipura Jayapura. Kita lakukan ini untuk mendukung kinerja Pak Yan, sehingga persiapan tim tidak terhambat, tidak terlambat dan tidak tersendat – sendat,” ungkap Herat Kalengkongan dalam rilis yang diterima oleh Cenderawasih Pos.

“Jadi kita berikan kebebasan. Silakan manajer tentukan pemainnya, pelatihnya, asistennya, perangkat officialnya dan segala sesuatu yang berkaitan dengan operasional tim, termasuk pengelolaan anggarannya,” sambungnya.

Herat Kalengkongan menyebutkan, jika mereka telah memetakan tugas masing-masing personal dalam tim. Sehingga mereka bisa melakukan persiapan dengan baik untuk mengarungi kompetisi Liga 2.

“Kami akan back-up secara administrasi, surat – surat, laporan – laporan, dan lain-lain yang berkaitan dengan administrasi tim dan perusahaan. Termasuk yang berkaitan dengan kasus melawan Madura United dan laporan dugaan pelanggaran musim lalu yang sedang berjalan tetap menjadi urusan kami, hal itu akan kita pisahkan agar tidak ganggu persiapan tim,” ujarnya.

“Nanti bila dalam perjalanannya dirasa perlu, atau nantinya di akhir kompetisi musim ini, akan kami evaluasi kembali. Jadi untuk saat ini, kita persilakan manajer untuk bangun dan kelola tim sesuai perencanaannya, agar tim bisa segera berjalan,” pungkasnya. (eri/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *