Purwanto: Tantangan Petani ke Depan Sangat Luar Biasa

Petani meleniel di Merauke saat mengikuti bimbingan teknis pembinaan kelembagaan petani, Sabtu (4/6).    (Sulo/Cepos)

MERAUKE-Kementerian Pertanian Republik Indonesia bekerjasama dengan Komisi IV DPR RI menggelar bimbingan teknis pembinaan kelembagaan petani di Kabupaten Merauke, Sabtu (4/6). Direktur Polbangtan Manokwari, Dr. drh. Purwanto mengungkapkan, Bimtek ini dalam rangka peningkatan kapasitas  khususnya petani di Kabupaten Merauke dalam bidang kelembagaan. Karena menurutnya, kelembagaan petani merupakan salah satu kunci keberhasilan dari petani. Karena dengan kemampuan kelembagaan akan mampu menghadapi berbagai tantangan di bidang pertanian  ke depan. ‘’Tantangan kedepan ini sangat luar biasa. Mulainya tantangan di pertanian ini baru awal. Yang lebih mengancam lagi seperti perubahan iklim.  Saat ini, kita tidak bisa prediksi hujan, kemarau dan sebagainya,’’ katanya. Dampaknya, lanjut dia penyakit tumbuhan dan sebagainya.  Di tahun 2022 ini, kata dia, salah satu dampak dari iklim yang terjadi di Merauke adalah  tungro atau merah daun yang menyerang sebagian padi petani, yang tentunya mempengaruhi hasil produksi pertanian. ‘’Ini merupakan salah satu bagian dari dampak iklim tersebut,’’ jelasnya.

Belum lagi permukaan air laut yang meningkat, yang menurutnya perlu diantisipasi bersama. Belum lagi, perang yang  terjadi di Ukraina yang berpengaruh pada ketersediaan pangan dan adanya pandemi. Bahkan presiden sempat melarang ekspor sawit dan kemudian impor gandum, kedelai yang sulit diperoleh. ‘’Di Singapura, sebuah restoran terkenal tutup karena suplay impor dari Malaysia dihentikan. Ini kita semua sadar dan kita harus bijaksana dalam menghapi semua masalah ini,’’ katanya.

Anggota Komisi IV DPR RI Drs. H. Sulaeman L. Hamzah menyampaikan terima kasih kepada Kementrian Pertanian yang meloloskan program ini untuk memberi pengetahuan kepada para petani dalam hal kelembagaan. ‘’Kami tidak berhenti untuk meminta kepada Kementrian untuk menurunkan lebih banyak program, Bimtek seperti ini dan lebih banyak pendampingan kepada petani sehingga dari waktu ke waktu kita bisa mengalami perubahan,’’pungkasnya. (ulo/tho)       

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *