Jangan Beri Kucing Makanan Mentah

Anak-anak usia dini yang ikut dalam kegiatan Street Feeding ketika memberikan makanan kepada kucing – kucing liar yang ditemukan di Pasar Hamadi, Sabtu (4/6). Dari kegiatan ini diketahui bahwa kucing tidak direkomendasikan untuk diberikan makanan mentah. (Gamel/Cepos)

JAYAPURA – Pada kegiatan Street Feeding yang dilakukan sejumlah komunitas di Jayapura, Sabtu (4/6) kemarin terungkap bahwa salah jika memberi makanan basah atau makanan mentah kepada kucing. Pasalnya dari makanan mentah tersebut diyakini berpotensi mengandung parasite dan bakteri dan  memungkinkan akan menularkan ke manusia.

  Jadi kucing disarankan tidak diberi makanan mentah semisal ikan karena berpotensi  menyebabkan masalah pencernaan mengingat ikan mentah mengandung tiaminase yang sering memecah tiamin pada kucing.

  Kucing sendiri membutuhkan tiamin karena jika kekurangan maka bisa menyebabkan masalah neurologis bahkan kejang – kejang pada kucing. “Selama ini masih banyak pemahaman masyarakat memberi makanan mentah pada kucing. Sebenarnya ini tidak direkomendasi karena dari daging mentah masih banyak parasite atau bakteri yang bisa menyebabkan kucing justru sakit,” kata dr Ririn, salah satu dokter hewan yang ikut dalam kegiatan Street Feeding di Pasar Hamadi Sabtu (4/6).

  Selain itu kata dokter berkulit terang ini memberi tulang pada kucing juga tidak tepat mengingat sangat memungkinkan mengakibatkan luka pada leher dan infeksi.

“Jika memang ingin memberi makan maka sebaiknya yang layak. Sama seperti manusia yang menginginkan makanan yang layak,” imbuhnya.

  Ia juga menjelaskan bahwa pemahaman bahwa jika terlalu dekat dengan kucing kemudian terkena bulu kucing bisa mengakibatkan kesulitan untuk hamil atau asma kata Ririn pemahaman tersebut masih sebagai asumsi dan belum ada penelitian resmi. “Tapi yang diperlukan adalah membersihkan kotoran kucing dengan baik sebab jika tidak maka dari kotoran ini bisa melepas bakteri di dalam rumah,” sarannya.

   Kegiatan Street Feeding ini  menemukan puluhan kucing liar yang perlu diberi penanganan lebih. “Banyak yang kurang gizi lalu kami juga menemukan banyak yang sakit mulai cat flu, scabies maupun chlamdya atau penyakit pernafasan dan memang perlu dirawat,” kata Roja Safitri, Ketua Cat Lover Jayapura. Ia juga berharap jika ada yang tidak menyukai kucing paling tidak jangan menyakiti, apalagi sampai melukai hingga menyebabkan kelumpuhan. (ade/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *