Pelantikan Kasum TNPB Simbol Perlawanan

Panglima Tertinggi Tentara Papua Barat atau West Papua Demianus Yogi saat melantik kepala staf umum TNPB Sorong sampai Merauke West Papua di salah satu distrik di Kabupaten Paniai, baru-baru ini. (Demianus for Cepos)

JAYAPURA-Belum lama ini, panglima tertinggi Tentara Nasional Papua Barat (TNPB), Demianus Yogi melantik kepala staf umum TNPB Sorong-Merauke West Papua di salah satu distrik di Kabupaten Paniai.

Demianus menyampaikan pelantikan ini merupakan simbol untuk menolak semua program pembangunan yang direncanakan oleh pemerintah Indonesia di Provinsi Papua.

“Pelantikan ini adalah simbol perlawanan terhadap Negara Indonesia, juga menolak Otsus, Pemekaran dan Daerah Otonomi Baru (DOB),” kata Demianus kepada Cenderawasih Pos, Selasa (31/5) lalu.

Lanjut Demianus, jika pemerintah Indonesia tidak serius menanggapi penolakan dari rakyat bangsa Papua, maka mereka akan terus melakukan perlawanan terhadap aktivitas pemerintahan di Papua.

“Kami menolak dua program yang direncanakan di atas tanah Papua yakni menolak pemekaran dan DOB,” tegasnya.

Ia juga menjelaskan bahwa dengan melantik Gusby Waker sebagai staf operasi umum TNPB Sorong – Merauke, menunjukan eksistensi keberadaan OPM untuk terus melakukan perlawanan terhadap kebijakan pemerintah Indonesia di Papua.

“Ketika mereka yang ada di Jakarta sana ngotot dengan pemekaran dan DOB, kami akan terus melakukan kekerasan yang tidak pernah terjadi sebelumnya di Papua. Mulai dari sorong hingga Merauke,” kata Demianus.

Demianus menyebut pelantikan yang baru saja dilakukan dan disaksikan seratusan warga setempat saat itu untuk mempersiapkan perlawanan kepada semua kegiatan  program pemerintah.

“Yang kami lawan adalah aparat TNI-Polri, bukan warga sipil. Kami dari gunung semua sudah bersatu untuk melawan dan sudah terkomandoi dan terstruktur,” tuturnya.

Sekedar diketahui, Demianus Magai Yogi adalah anak dari kombatan Tadius Magai yang tewas di markasnya pada tahun 2009 silam. Dua kakaknya Salmon dan Leo Magai Yogi dari pengakuan Demianus mereka ditembak mati oleh aparat di Kabupaten Nabire pada tahun 2015.

Menyusul kakak perempuannya ditembak aparat di Distrik Bogobaida, Kabupaten Paniai. Inilah yang membuat Demianus yang hingga saat ini terus melakukan perlawanan terhadap aparat di Papua. (fia/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *