Doa dan Puasa Pulihkan Tanah Papua

Suasana pelaksanaan seminar dan KKR Pemulihan Tanah Papua, yang digelar Aliansi Women Papua Group Ester di Auditorium Uncen, Selasa (31/5) kemarin. (Yohana/Cepos)

JAYAPURA – Aliansi Women Papua Group Ester menggelar seminar dan KKR guna pemulihan tanah Papua, dengan berbagai tragedi yang terjadi di atas tanah ini, Aliansi Women Papua Group merasa sangat perlu dilakukan doa dan puasa bagi generasi Papua.

  Ketua Aliansi Papua, Herlina Murib mengatakan kegiatan doa dan puasa harus kembali diangkat, melihat orang Papua saat ini tengah dirundung duka, ini akan berlarut-larut.  sebagai mama-mama Papua melihat kondisi seperti ini sangat mendukakan hati.

  “Kami tahu hanya Tuhan yang sanggup memulihkan tanah ini, memulihkan negeri ini, memulihkan generasi muda di tanah Papua, untuk itu mulai dari 21 Juni – 31 Juli kami mengajak semua umat kristen dari berbagai dedominasi gereja yang ada di atas Tanah Papua, untuk dapat bersama-sama melangsungkan kegiatan doa dan puasa bagi tanah ini,” katanya kepada Cenderawasih Pos, Selasa (31/5) lalu.

  Menurutnya, kegiatan doa dan puasa ini sudah dilakukan oleh negara-negara lain, di luar Papua. Hanya di Papua memang belum terlalu diperhatikan, untuk itu demi kegiatan besar ini pihaknya menggelar seminar dan KKR yang melibatkan seluruh dedominasi gereja yang ada di Tanah Papua.

  “Kami ingin mendapat persetujuan dari seluruh gereja-gereja yang ada di tanah ini, bagi Papua dan Papua Barat dapat melaksanakan kegiatan doa dan puasa guna pemulihan generasi muda di tanah ini, pemulihan tanah Papua guna kemulian bagi Nama Tuhan,” tambahnya.

   Lanjutnya, khusus untuk kegiatan seminar dan KKR sendiri berlangsung selama 1 hari, dengan melibatkan pemateri’pemateri dari seluruh  pemimpin gereja yang ada di Papua,  termasuk juga Papua Barat, kegiatan ini berlangsung atas kepedulian aliansi women yang ada di wilayah pasifik Indonesia.

  “Kami peduli akan nasib bangsa kami, atas masa depan anak-anak kami, dengan demikian kami harap agar rencana pelaksanaan doa dan puasa dari 21 Juni -31 Juli nanti, dapat mendapat dukungan dari semua pihak,” pungkasnya. (ana/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *