BTM Tinjau Progres Pembangunan Rumah Korban Bencana 2019

Jajaran Kementerian Sosial perwakilan Papua saat melakukan peninjauan progres pembangunan rumah bantuan bencana di wilayah Doyo baru, Kamis (2/6). Foto: Robert  Mboik/Cepos
SENTANI-Tenaga Ahli Menteri Sosial, Bidang Rehabilitasi Sosial, kasus Kementerian Sosial Republik Indonesia, Benhur Tomi Mano (BTM) melakukan peninjauan langsung terhadap progres pembangunan rumah bantuan bencana dari Kementerian Sosial Republik Indonesia, kepada korban bencana di sentani, pada 2019 lalu. Dimana rumah bantuan kemensos itu, dibangun sebanyak 76 unit, berlokasi di wilayah Doyo Baru, dekat Polres Jayapura, Kamis (2/6).
Kepada wartawan disela-sela kunjungan itu, BTM sapaan akrabnya menjelaskan, setelah dilakukan peletakan batu pertama tas pembangunan rumah itu, beberapa waktu yang lalu kini pihaknya ingin memastikan sejauh mana progres pembangunan rumah tersebut.
“Sudah ada peletakan batu pertama dibangun 76 unit rumah korban pasca bencana banjir bandang 2019. Saya bantu bagaimana perkembangannya,” ujar BTM, Kamis (2/6).
Mantan Wali Kota Jayapura dua periode itu menyebut setelah peninjauan itu, selanjutnya akan dilaporkan langsung kepada Menteri Sosial Republik Indonesia mengenai pencapaian progres dan kebutuhan selanjutnya untuk mempercepat proses pembangunannya.
Kata dia, berdasarkan arahan mensos Risma dalam rapat bersama belum lama ini, pembangunan rumah itu ditargetkan harus selesai sebelum Agustus sehingga pada bulan Agustus itu akan diserahkan kepada para penerima manfaat.
“Agustus mau diresmikan. Itu informasi dari ibu menteri. Makanya saya cek, saya laporkan,” bebernya.
Dari hasil pemantauan itu ada sekitar 11 unit rumah yang sudah dibangun. Karena itu untuk mempercepat proses pembangunan itu pihaknya akan mengusulkan ke pusat untuk menambah tenaga kerja dan juga penyaluran anggarannya dipercepat atau ditambah supaya target waktu yang tersisa selama dua bulan ini bisa menyelesaikan pembangunan 76 unit rumah itu.
“Mungkin saya komunikasikan ke ibu menteri supaya yang membangun ini segera. Karena waktunya tinggal dua bulan. Apakah kita tambah tenaganya atau waktunya ditambah termasuk anggarannya,” imbuhnya.
Lebih lanjut, politisi PDI perjuangan itu mengatakan, untuk pembangunan rumah itu, dipaketkan dengan program pemberdayaan ekonomi bagi para penerima manfaat.
“Semua kita usulkan tergantung dari anggaran yang tersedia, bertahap, berkelanjutan,” tandasnya.
Sementara itu tokoh masyarakat Papua, Pdt. Lipius Biniluk, saat mengapresiasi kunjungan yang dilakukan oleh pihak Kementerian Sosial melalui perwakilannya di Papua. Menurutnya kehadiran sosok BTM setidaknya bisa mempercepat koordinasi dan komunikasi ke pemerintah pusat terkait dengan progres kegiatan itu.
“Untuk kegiatan pemberdayaan itu mereka minta peternakan babi, ayam petelur dan pertanian,” benernya.
Namun sebelum para penerima manfaat ini menerima bantuan itu terutama terkait program pemberdayaan ini terlebih dahulu mereka akan dilatih oleh pihak Balai sosial Kementerian Sosial Republik Indonesia di Papua. (roy).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *