Geledah Pengendara Motor, Satgas Pamtas Temukan 5 Kg Ganja

Pelaku penyelundup ganja yang diamankan saat melintas di daerah perbatasan RI – PNG, Sabtu (28/5). Dari tangan kedua pemuda ini TNI  menyita 5 Kg ganja kering siap edar. (Foto Penrem 172/PWY for Cepos)

JAYAPURA  – Operasi kendaraan rutin yang dilakukan Petugas Satgas Kompi Pamtas RI-PNG Yonif 756/WMS berhasil mengamankan  dua pemuda yakni YY (21) dan JA (20) karena kedapatan membawa ganja seberat 5 Kg di daerah perbatasan Kabupaten Keerom pada Sabtu (28/5) malam.

  Satgas Lettu Inf Eka Panji menjelaskan bahwa penangkapan tersebut berawal dari kegiatan sweeping yang dilakukan oleh Pos Skamto yang dipimpin oleh Serka Bernard beserta 10 orang anggotanya.

  Dalam pelaksanaan sweeping, personel Pos Skamto menghentikan sepeda motor yang dikendarai oleh dua orang pemuda berinisial YY (21) dan JA (20). Pada saat dilakukan pemeriksaan, anggota menemukan dalam barang bawaannya 5 Kg ganja kering siap edar di dalam tas. Saat itu juga keduanya langsung diamankan  ke pos TNI.

    “Dengan ditemukan barang bukti ganja, pelaku langsung diamankan dan diperiksa. setelah selesai diperiksa dan diambil keterangan, selanjutnya kami serahkan ke pihak yang berwajib Polres Keerom untuk dilaksanakan proses lebih lanjut,” ujar Eka, Minggu (29/5).

   Komandan Yonif 756/WMS Letkol Inf Tommy Yudistyo, S.Sos., saat dihubungi menyampaikan bahwa kegiatan sweeping merupakan kegiatan rutin anggotanya sebagai upaya dalam menjaga keamanan di daerah perbatasan terutama dari peredaran narkoba. “Jadi ada banyak yang kami periksa dan untuk dua pemuda ini akhirnya tak berkutik ketika dilakukan penggeledahan,” jelas Inf Tommy.

   Ia hanya khawatir bagaimana jika ganja tersebut masuk ke Jayapura tentu ada banyak yang dirugikan terutama anak – anak muda.  Disini untuk menekan penyelundupan, Letkol Tommy menyampaikan akan rutin mengelar sweeping dengan waktu yang tidak ditentukan. “Ini bukti bahwa sangat rentan jika betul masuk ke arah Jayapura jadi kami akan tetap melakukan sweeping dengan waktu yang tidak tentu,” imbuhnya. (ade/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *