Cegah Penyebaran DBD, Jaga Kebersihan dan Fogging

Petugas Dinas Kesehatan Kota Jayapura saat melakukan fogging di pemukiman warga di belakang Gereja Katolik St Agustinus Entrop,  Distrik Jayapura Selatan, Rabu,(25/5). (Karel/Cepos)

JAYAPURA-Menyikapi adanya penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) yang menjangkit salah satu warga di belakang Gereja Katholik St Agustinus Entrop, Dinas Kesehatan Kota Jayapura langsung melakukan penyemprotan asap atau fogging  di sekitar rumah warga yng terjangkit DBD.

   Piter Manigasi,  Penanggungjawab fogging DBD Dinas Kesehatan Kota Jayapura mengatakan fogging ini bagian dari antisipasi dan pencegahan agar penyakit  DBD di tempat tersebut tidak  menyebar ke orang lain. Dan luas jangkauan lokasi penyemportan sejauh 200 meter dari rumah terdampak.

  “Sebelumnya Ketua RT lapor ke puskesmas Twano bahwa di RT 004 ada yang terkena penyakit DBD, dan merespon itu pihak puskesmas minta Dinkes untuk segera lakukan penyemprotan fogging di sekitar rumah terdampak,” tutur Manigasi kepada Cendrawasih Pos rabu, (25/5)

  Fogging ini  merupakan upaya pencegahan yang cukup efektif, namun begitu, pihaknya juga mengimbau masyarakat mampu  menjaga kebersihan area sekitar rumah. Sebab saat ini sering hujan dan rentan terjadinya penyakit DBD.

  “Karena ini memang sudah mau masuk musim hujan, pastinya penyakit DBD akan rentan terjadi”, jelas Piter Maniagasi.

  Dia juga mengungkapkan untuk menghindari resistensi nyamuk terhadap insektisida dan pencemaran udara, maka tindakan fogging ini harus diikuti dengan upaya pencegahan penyakit DBD lainnya agar rantai penyebaran demam berdarah benar-benar terhenti. Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan aktivitas 3M Plus.

  Yaitu, Menguras dan Membersihkan tempat yang menjadi penampungan air, Menutup secara rapat tempat-tempat penampungan air tersebut agar tidak menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.

  Kemudian Mendaur ulang atau memanfaatkan barang-barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk, Plus adalah berbagai bentuk kegiatan pencegahan lainnya, seperti menggunakan obat nyamuk, menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air, menggunakan kelambu saat tidur dan memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk.

  “Persoalan ini dasarnya jika masyarakat tidak bisa menjaga kebersihan lingkungan, maka akan rentan terkena penyakit DBD, maka dari itu diharapkan masyakat mampu menjaga kebersihan lingkungannya dengan baik,” pungkasnya.

  Sementara itu Ketua RT 004 kelurahan Entrop distrik Jayapura selatan Kristian Ragainaga mengapresiasi atas repson Dinas kesehatan sebab perosalan ini menurut dia bagian dari upaya pencegahan agar penyakit Demam Berdarah ini tidak merambat ke oranglain.

  “Saya sangat berterima kasih kepada Dinas Kesehatan karena reposnnya cepat sekali, semoga apa yang mereka lakukan ini dapat memberikan dampak positif sehingga kasus DBD di RT004 tidak semakin membias”,pungkad Kristian Ragainaga. (CR-267/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *