Ada Luka Sayat Pada Tubuh Bayi Dan Diduga Dibekap Hingga Tewas

Petugas medis dari RS Bhayangkara ketika mengevakuasi jasad bayi yang ditemukan di Pantai Holtekam, Kota Jayapura, Jumat (20/5) pekan kemarin

JAYAPURA-Polisi menindaklanjuti temuan jasad bayi di Pantai Holtekamp Km XII Distrik Muarata Tami, Kota Jayapura yang ditemukan pada 20 Mei lalu.
Jenazah mayat bayi ini akhirnya dilakukan outopsi oleh pihak RS Bhayangkara yang dipimpin Dokter Spesialis Forensik dr. Jimmy, S.p.f pada Senin (23/5) sekira pukul pukul 13.15 WIT.
Ini disampaikan Kapolresta Jayapura Kota AKBP Victor D. Mackbon, SH., S.IK., MH., M.Si melalui Kapolsel Muara Tami Kompol Junan Plitomo, S.Sos., MH ketika dikonfirmasi melalui telepon seluler, Selasa (24/5)
Mirisnya dari hasil autopsi ternyata dari jasad bayi berjenis kelamin perempuan tersebut ditemukan luka sayat dengan ukuran panjang 5,5 Cm.
Selain itu di bagian bibir atas dan bawah terdapat memar berwana coklat dan pada bagian kepala terdapat pendarahan yang menandakan diduga sewaktu masih hidup mulut bayi ditutup rapat (dibekap) dan akhirnya tewas.
“Dari hasil pemeriksaan dokter diketahui usia bayi ini sudah sembilan bulan dan sudah waktunya untuk dilahirkan dan hidup di luar kandungan. Saat ditemukan diperkirakan waktu meninggalnya sudah 2 hari dan dugaan ada bentuk kekerasan sebelum bayinya meninggal,” jelas Plitomo.
Pemeriksaan juga dilanjutkan ke DNA dimana telah diambil dari tulang paha sebelah kiri sambil menunggu perbandingan. Namun hasil keseluruhan masih menunggu dari pihak Rumah Sakit Bhayangkara. Kompol Junan pun menambahkan, untuk penyelidikan masih terus dilakukan oleh pihaknya melalui Bhabinkamtibmas untuk mengidentifikasi orang tua bayi tersebut yang tega membuangnya melalui koordinasi dengan RT/RW maupun lurah yang berada di seputaran Holtekamp, Koya Timur dan Koya Barat. “Upaya pencarian ibu bayi terus kami lakukan hingga sekarang. Kami masih tanya – tanya,” tambah Junan.
Perlu diketahui bayi berjenis kelamin perempuan ditemukan dalam tak bernyawa dengan posisi tengkurap di pesisir Pantai Holtekam KM XII Distrik Muaratami, Jumat (20/5) sore sekira pukul 16.00 WIT dan diperkirakan sudah 2 hari meninggal. (ade/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *