Rayakan Waisak, Umat Buddha Kolaborasi Budaya Nusantara

Umat Buddha di Kota Jayapura melaksanakan acara prosesi dalam rangka menyongsong hari raya Tri suci waisak 2566 BE/2022 yang dilakukan dengan prosesi amisa puja yang dikolaborasi dengan budaya nusantara dari NTB, lombok kemudian puja bakti waisak di Vihara Numbay, Santi Jaya, Entrop, Minggu (15/5)lalu. (Priyadi/Cepos)

JAYAPURA-Dalam rangka menambut hari raya Tri Suci Waisak 2566 BE/20222 M, umat Buddha di Kota Jayapura melakukan   prosesi amisa puja yang dikolaborasi dengan budaya nusantara dari NTB, Lombok,  kemudian puja bakti waisak di Vihara Numbay, Santi Jaya, Entrop, Minggu (15/5) lalu.

  Kegiatan ini dihadiri  Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua Pdt. Dr. Amsal Yowei, SE.,M.Pd.K.,Kepala Pembinaan Mental dan Sejarah (Kabintaljarah) Kodam XVII/Cenderawasih, Pembimas Buddha Provinsi Papua, Jumari, S.Ag, M.Pd, Penyelenggara Buddha Kota Jayapura Sarono, Ketua Magabudhi Provinsi Papua Jasmani Sumo.

  Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua Pdt. Dr. Amsal Yowei, SE.,M.Pd.K.,mengungkapkan,  Hari Tri suci Waisak mengingatkan pada tiga peristiwa suci yang terjadi dalam kehidupan Guru Agung Buddha Gotama, yaitu: kelahiran, pencerahan dan kemangkatan. Tiga peristiwa suci itu terjadi pada hari yang sama, dengan tahun

berbeda, yaitu hari purnama raya di bulan Waisak. Kelahiran calon Buddha 623 SM,

di Taman Lumbini, Kāpilavatthu, Nepal. Pencerahan Sempurna tahun 588 SM, di bawah Pohon Bodhi, Bodhgaya, India.

   Dan, Kemangkatan Buddha tahun 543 SM pada usia 80 tahun di Kusinārā, India. Hari Trisuci Waisak 2566 tahun ini jatuh pada 16 Mei 2022. Umat Buddha di Indonesia dan seluruh dunia merayakan hari Trisuci Waisak, dengan penuh keyakinan untuk menghayati ajaran kebenaran

Dhamma sebagai landasan penuntun hidup benar.

   “Tema Trisuci Waisak 2566/2022: Moderasi Beragama untuk Indonesia Bahagia. Moderasi beragama sangat tepat diterapkan di tengah kehidupan dewasa ini, agar memberi kesempatan bagi umat Buddha dan umat beragama lain untuk melaksanakan agama masing-masing dengan sikap saling bertoleransi, sehingga terbangun-lah kedamaian hidup antar umat beragama di Indonesia.”ungkapnya.

   Pdt. Amsal menambahkan, dengan kehadirannya di Vihara Numbay Santi Jaya yang masih butuh pembangunan, selaku Kakanwil  tetap memberikan perhatian untuk upaya Bagaimana memberikan partisipasi dalam rangka penyelesaian pembangunan Vihara tersebut.

    Sementara itu, Ketua Magabudhi Provinsi Papua Jasmani Sumo mengatakan, rangkaian dalam rangka menyongsong hari raya Tri Suci Waisak 2566 BE/2022 di Jayapura, telah dilaksanakan berbagai kegiatan mulai dari kegiatan donor darah kerjasama dengan TNI AD kemudian ibadah menyongsong hari raya tri suci waisak, telah dilaksanakan ziarah TMP Waena, dan nanti menyongsong detik-detik hari raya Tri Suci waisak jam 13.00 WIT dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia, kemudian kegiatan lain ada bhakti sosial.

    Ditambahkan, Vihara di Jayapura ada empat dan kegiatan salah satunya untuk ibadah menyongsong hari Raya Tri Suci Waisak dimulai di vihara Numbay Santi Jaya, Entrop, sekaligus dilakukan kolaborasi dengan ibadah tradisi nusantara salah satunya dari masyarakat NTB, lombok melalui prosesi amisa puja, kegiatan berlangsung lancar, aman, tertib dan nyaman.(dil/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *