Sejumlah Titik Jalan di Sentani Dilanda Banjir

Sejumlah kendaraan sementara dialihkan pihak kepolisian untuk menghindari banjir yang menggenang jalan di Kampung Netar Distrik Sentani Timur, Jumat (6/5). (Robert Mboik Cepos)

SENTANI-Hujan dengan intensitas sedang terjadi di Sentani, Kabupaten Jayapura dan sekitarnya, sejak malam hingga berita ini ditulis.
Akibatnya, sejumlah titik ruas jalan utama di Sentani dilanda banjir. Sejumlah titik jalan yang terendam banjir berdasarkan pantauan lapangan, dimulai dari Jalan depan Mall Saga II dekat SMP Negeri 2 Sentani, kemudian luapan air juga terjadi di Jalan Pasar Lama, selanjutnya banjir juga terjadi di jalan utama depan traffic light Bandar Udara Sentani sampai di depan SPBU Sentani. Selain itu tampak juga luapan air dari drainase di sepanjang jalan utama depan persimpangan jalan menuju Stadion Barnabas Youwe sampai di depan persimpangan jalan menuju Dunlop.
Hal yang sama juga terjadi di depan jalan SPBU Hawai Sentani. Berdasarkan pantauan media ini aliran air yang mengalir ke jalan ini disebabkan karena sebagian besar drainase di jalan utama Sentani sudah tertutup sedimentasi lumpur dan sampah. Sehingga meskipun intensitas hujan tidak terlalu deras namun air tidak bisa ditampung di dalam saluran air sehingga akhirnya meluap ke badan jalan.
Kondisi terparah terjadi di Kampung Netar, Distrik Sentani Timur. Banjir setinggi 20 hingga 25 cm menggenang permukaan jalan sehingga polisi terpaksa mengalihkan arus lalu lintas dengan menggunakan satu jalur.
Kristian, salah satu warga kampung itu kepada media ini mengatakan kondisi seperti itu sudah terjadi sejak lama. Bahkan air menggenang di jalan itu selalu terjadi tidak harus hujan deras tetapi hujan sedang maupun ringan juga tetap menggenang area jalan tersebut.
“Memang hujan tidak terlalu deras tetapi karena berlangsung cukup lama sehingga genangannya cukup parah. Tetapi di sini biar hujan kecil sekalipun airnya tetap tergenang,” ujar Kristian, Jumat (6/5).
Menurutnya kondisi ini karena ada penyumbatan pada jalur jalur air di bawah jalan. Diperkirakan itu terjadi sejak adanya perbaikan pemasangan jaringan sampah yang dilakukan pemerintah antara tahun 2012/2013 lalu.
“Sejak saat itu sampai sekarang pasti selalu tergenang,” ujarnya.
Karena itu pihaknya berharap agar pemerintah bisa memperhatikan kondisi ini supaya masalah tersebut tidak memakan korban nyawa.
Pantauan media ini arus lalu lintas di jalan itu berjalan normal. Anggota polisi juga sudah diturunkan untuk mengatur lalu lintas kendaraan. (roy/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *