Dugaan Sementara dari Arus Pendek Listrik

Tim Labfor Polda Papua ketika melakukan olah TKP di lokasi kebakaran yang terjadi di Jalan Hanurata, Holtekamp Distrik Muara Tami, Rabu (27/4) kemarin. (Humas Polresta Jayapura Kota)

*Korban Dimakamkan di Tiga Liang Berbeda

JAYAPURA-Suasana duka masih menyelimuti keluarga Firman dan Ridwan yang rumahnya ludes dilahap si jago merah, Rabu (27/4).

Pihak kepolisian juga telah mengambil langkah-langkah penyelidikan untuk mengungkap apa penyebab kebakaran. Hanya hingga kemarin pihak Labfor dan penyidik Polsek Muara Tami serta Polresta Jayapura Kota masih belum bisa menyimpulkan apa penyebab terjadinya kebakaran.

Meski demikian dugaan sementara api muncul  karena adanya hubungan arus pendek listrik atau korsleting. “Untuk hasilnya kami masih menunggu tapi dugaan sementara karena arus pendek,” kata Kapolsek Muara Tami, Kompol Junan Plitomo, Kamis (28/4) malam.

Tim Labfor Polda Papua sendiri turun ke TKP pukul 15.30  WIT dan dipimpin oleh Kabid Labfor, AKBP Maruli Simanjuntak bersama  beberapa perwira lainnya.

Kasat Reskrim Polresta Jayapura Kota, AKP Handry Bawiling menyampaikan bahwa dari hasil olah TKP dugaan sementara adalah arus pendek. Hanya soal ini diakui pihak Labfor yang lebih memiliki kewenangan berdasar hasil penyelidikannya.

“Dugaan karena arus pendek dana pi berasa dari tengah ruangan namun memang tidak ada saksi yang melihat awal api itu menyala dan korban juga meninggal dunia,” kata Handry melalui ponselnya tadi malam.

Titik api juga diduga berasal dari tengah bangunan dan yang ada di rumah tersebut hanyalah seorang nenek bersama dua cucunya.  “Tapi dari ada empat saksi yang dimintai keterangan di Polsek Muara Tami dan kita tunggu saja hasilnya,” sambung Kasat Reskrim.

Secara singkat ia juga menyampaikan bahwa untuk saat ini tak ada unsur kesengajaan. “Ia hasil sementara tak ada unsur kesengajaan,” imbuhnya.

Sementara tiga jenazah yang tewas  saat kebakaran pada siang kemarin akhirnya dimakamkan di pemakaman muslim, Buper, Waena.

Pihak keluarga, H Thamrin yang dihubungi menyampaikan bahwa  tiga jenazah dari musibah kebakaran tersebut telah dimakamkan. “Nenek dan dua cucunya usia 4 tahun dan 2 tahun tadi siang sebelum  duhur sudah dimakamkan. Mereka dimakamkan di Buper,” kata Thamrin.

Ketiganya dimakamkan dengan tiga liang terpisah. “Tadi dimakamkan terpisah dan kami juga ikut berduka karena mereka masih keluarga kami juga,” tutupnya. (ade/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *