Seorang Nenek Tewas Sambil Memeluk Cucunya

Kondisi rumah panggung milik Firman di Holtekam yang terlihat terbakar pada Rabu (27/4) kemarin. (Istimewa)

Pihak keluarga terlihat menangis usai mengetahui ada 3 orang yang menjadi korban dari kejadian kebakaran tersebut. (Humas Polresta)

*Di Holtekamp, Satu Rumah Terkabar Tewaskan Tiga Penghuninya

JAYAPURA-Musibah memilukan terjadi di Holtekamp jelang akhir Ramadan,  Rabu (27/4) sore kemarin. Satu rumah panggung di Jalan Hanurata Kampung Holtekamp, Distrik Muara Tami ludes terbakar. Dalam musibah tersebut tiga orang meninggal dunia.

Belum diketahui penyebab kebakaran tersebut namun dari tiga korban yang meninggal, dua di antaranya masih balita. Polisi hingga  kemarin malam juga masih menyelidiki kasus tersebut.

Kapolsek Muara Tami, Kompol Junan Plitomo, S.Sos.MH ketika dikonfirmasi  menjelaskan bahwa kejadian terbakarnya rumah kayu ini terjadi sekira pukul 15.30 WIT dimana pemilik rumah bernama Firman hanya mendengar kabar bahwa rumahnya terbakar.

Iapun bergegas pulang dan mendapati jika selain rumahnya yang rata dengan tanah, ada juga 3 anggota keluarganya yang tewas. Ada tiga orang yang menjadi korban dari kebakaran tersebut. Yang pertama bernama Sa’Be berusia 60 tahun, kedua  Akmal berusia 2 tahun dan Muhammad Afdal berusia 4. Setelah api padam, ketiga korban langsung dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara. “Untuk penyebab kebakaran satu unit rumah panggung hingga mengakibatkan tiga korban jiwa masih dalam penyelidikan Unit Reskrim Polsek Muara Tami. Sebab saksi yang mengetahui kejadian ini ikut meninggal, ” katanya.

Junan Plitomo menjelaskan kebakaran terjadi sekira pukul 15.30 WIT dan pemilik rumah atas nama Firman baru mengetahui rumahnya terbakar sekira pukul 16.00 WIT.  “Mendapat informasi tersebut, Firman bergegas kerumahnya namun melihat kondisi rumah telah ludes terbakar. Iapun mencari anak-anaknya dan ibunya dan menemukan ketiga korban sudah dalam keadaan terbakar,” kata Junan.

Polisi sendiri setelah mendapatkan informasi langsung mendatangi TKP dan mengamankan lokasi kemudian menghubungi Rumah Sakit Bhayangkara untuk mengevakuasi ketiga korban.

“Rencana besok baru kami lakukan olah TKP karena saat ini sudah malam,” imbuhnya.

Sementara  informasi lain diperoleh Cenderawasih Pos bahwa saat ditemukan jenazah korban bernama  Sa’Be ditemukan tengah memeluk cucunya untuk melindungi dari api. Namun sang nenek juga tidak bisa berbuat banyak sementara dua cucunya masih balita sehingga ketiganya tak berhasil selamat.

“Iya ada yang menyampaikan jika sang nenek ketika itu dalam posisi memeluk cucunya tapi tidak bisa diselamatkan,” singkat Himan, satu relawan kebakaran. (ade/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *