DPD I KNPI Papua Gelar Musda XIV

Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Papua menggelar Musyawarah Daerah XIV, Rabu (27/4). (Noel/Cepos)

JAYAPURA-Setelah berhasil melakukan Musyawarah Daerah (Musda) dan pelantikan 15 DPD II KNPI kabupaten/kota, guna memenuhi kuorum  sesuai Amanat AD/ART KNPI yakni sebanyak 50 + 1, maka   Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Papua menggelar Musda XIV, Rabu (27/4).

  Pelaksanaan Musda XIV tersebut berlangsung di Ballroom, Hotel Grand Abepura,  di mana Pada kesempatan ini, Ketua Umum DPP KNPI Haris Pertama mengaku  bersyukur bisa hadir secara langsung mengikuti Musyawara daerah XIV Provinsi Papua.

  “Saya sangat bangga, bisa hadir secara langsung di Papua mengikuti Musda ini. Kenapa saya hadir, karena Papua dan Papua barat menjadi penentu kemenangan saya,”katanya dihadapan pimpinan Organisask Kepemudaan,  Pengurus DPD II, dan Seluruh BEM di Jayapura dan Forkompimda Papua.

  Kata Haris, Organisasi KNPI harus tetap satu. Dari Aceh hingga Papua harus satu tidak ada perpecahan.  “Selama saya pimpin, dari Aceh hingga Provinsi lainnya tidak ada dualisme. Sehingga saya berharap, untuk Provinsi Papua, bisa bersatu dan tidak ada dualisme,”ucapnya.

   Menurutnya, di Provinsi Papua harus ada konsolidasi pemuda. Sehingga tidak ada dualisme.

“Saya harapkan, sebelum berakhirnya masa kepemimpinan saya. Saya ingin untuk di Papua sudah melaksanakan Musda Pemilihan Ketua. Sehingga ada Nahkoda untuk wadah KNPI lebih baik,”ujarnya.

  Ia juga berpesan, Kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua,untuk harus mengambil komitmen agar Organisasi KNPI hanya ada satu.  “Pemprov papua harus mengambil komitmen untuk harus ada satu KNPI saja,”katanya.

  Sementara itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua dalam hal ini diwakili oleh Kesbangpol Papua melalui Kabid Organisasi Raymon Mote menyampaikan, Pemerintah melihat Pemuda adalah kader masa depan Papua.  “Kami Pemprov melihat Pemuda Papua adalah kader masa depan Papua dan juga Indonesia,”katanya.

   Kata Mote, Pemerintah tidak membedakan KNPI dalam dua versi.  “Yang saya tegaskan kami Pemerintah tidak membedakan versi A dan versi B. Kami melihat semua sama.

Pemuda adalah tulang punggung masa depan papua,”ujarnya.

  Pemerintah Provinsi berharap, jangan lagi ada perbedaan antara KNPI. Karena perbedaan itu, timbul akibat kepentingan pribadi.  “Pemerintah Provinsi Papua, berharap Pemuda harus disatukan dalam satu wadah. Dari pusat sampai kota kabupaten harus sejalan. KNPI harus satu saja, jangan dua,” katanya.  (oel/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *