Pemanfaatan Jasa Lingkungan dan Ekowisata Cegah Alih fungsi Hutan

Kadishut Papua, Jan Jap Ormuseray saat meninjau kawasan hutan mangrove di Merauke beberapa waktu lalu. Foto: Robet Mboik/Cepos

SENTANI- Kepala Dinas Kehutanan dan lingkungan hidup Provinsi Papua, Jan Jap Ormuseray mengatakan, pemerintah provinsi Papua melalui Dinas Kehutanan dan lingkungan hidup terus berupaya untuk menjaga kelestarian hutan melalui berbagai program dan kegiatan yang sudah dilakukan sejauh ini. Salah satu potensi besar yang di laksanakan pihaknya terkait dengan pemanfaatan jasa lingkungan dan pengembangan ekowisata di Provinsi Papua salah satunya yang sudah dilaksanakan di Kabupaten Jayapura dan beberapa daerah lainnya di Papua.
Optimalisasi pemanfaatan jasa lingkungan dan ekowisata ini diharapkan mampu menekan dan mengantisipasi pemanfaatan atau alih fungsi hutan serta kegiatan perambahan yang dilakukan secara liar oleh masyarakat.
“Pemerintah provinsi Papua sesuai dengan kebijakan dari Bapak Gubernur Lukas Enembe, kita diharapkan untuk tidak menebang pohon, tetapi tetap bisa hidup dengan memanfaatkan potensi jasa lingkungan dan ekowisata,” kata Jan Jap Ormuseray, Rabu (27/4).
Dia mengatakan, program pemanfaatan Hasil hutan bukan kayu (HHBK) saat ini terus dikembangkan di sejumlah wilayah di Provinsi Papua. Program ini dijalankan dengan memanfaatkan potensi yang ada. Seperti yang sudah dijalankan di beberapa tempat di Papua sejauh ini. Ekowisata misalnya dengan membangun tracking diantaranya di Kampung Yoboi dan Yokiwa. Tracking ini dibangun dengan harapan menjadi salah satu pemicu bertumbuhnya sektor pariwisata.
“Ketika orang datang, pasti mereka akan membeli sesuatu di kampung. Mama mama siapkan souvenir, kuliner dan aneka makanan lokal. Ini bisa memberikan nilai pendapatan ekonomi lokal,” ujarnya, Rabu (27/4).
Disektor jasa lingkungan, pihaknya telah mengembangkan sejumlah program, diantaranya pembinaan terhadap kelompok petani madu di Kampung Pugima Wamena. Selain itu, pengembangan produksi minyak kayu putih di Merauke, Biak. Kemudian aneka olahan tumbuhan mamggrove di Bovendigoel Papua.
“Semua program ini dibuat dalam rangka untuk menjaga kelestarian hutan. Orang tidak tebang pohon tapi tetap bisa hidup. Tentunya dengan memanfaatkan potensi yang ada dengan tidak harus merusak hutan,” jelasnya.
Dia mengakui, menjaga kawasan hutan Papua memang tidaklah mudah. Untuk menjaga kelestarian hutan di Papua ini, Gubernur Papua telah mengaktifkan sekitar 14 kantor cabang dinas Kehutanan di sejumlah tempat di Provinsi Papua. Pihaknya juga meminta kesadaran masyarakat untuk tidak melakukan perambaham hutan secara liar. Karena selain mengancam ekosistem, tetapi yang paling berdampak adalah timbulnya bencana alam.
“Mari kita jaga hutan kita, jangan merusak hutan. Hutan adalah rumah kita, karena kita tidak bisa hidup tanpa hutan, tapi hutan bisa hidup tanpa kita,” pungkasnya. (roy).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *