Pedagang Mama Papua Diminta Manfaatkan Pasar yang Ada   

Tampak pasar yang sudah ada di samping Kantor BKPP di Waena yang dibiarkan terbengkelai karena tidak ditempati pedagang mama mama Papua, karena mereka lebih memilih berjualan di pinggir jalan depan Ekspo Waena, Selasa (26/4) kemarin. (Priyadi/Cepos)

JAYAPURA-Kepala DinasPerindagkop dan UKM Kota Jayapura Robert LN Awi, ST.,MT., mengungkapkan, Pemerintah Kota Jayapura sejatinya sudah memiliki pasar di daerah Distrik Heram, dekat jalan masuk BKPP Kota Jayapura yang di waena. Hanya saja pasar tersebut selesai dibangun tidak dimanfaatkan pedagang khususnya mama mama Papua yang berjualan di sepanjang jalan di depan Ekspo Waena.

   “Kami sudah ada pasar di daerah Waena, yang dulu biasanya digunakan taksi Waena mangkal, hanya saja pedagang tidak mau berjualan di pasar tersebut.”ungkap Robert Awi.

   Menurutnya, mama-mama pedagan ini lebih memilih di pinggir jalan raya, meskipun pihanya sudah berusaha semaksimal mungkin supaya mama-mama Papua yang berjualan di jalan depan ekspo Waena, menempati pasar yang sudah disiapkan Pemkot Jayapura.

  “Karena tidak mau menempati pasar yang kita sediakan, sehingga konsekuensinya dalam berjualan terkena panas, hujan dan debu. Kalau begini salah siapa? Karena kami sudah memberikan tempat yang layak dan nyaman, tapi justru pedagang lebih memilih berjualan di sana, kami juga sudah coba tertibkan tapi tetap saja kembali berjualan lagi di sana,”ungkapnya lebih lanjut.

   Hal lainnya, adanya mama mama Papua yang berjualan di Perumnas III jalan menuju kampus Uncen Atas. Robert juga mengaku, mama mama Papua yang berjualan di sana sudah ada dari dulu dan sudah diminta tidak boleh berjualan di daerah itu, karena itu lokasi pendidikan dan sekarang mama mama Papua juga ada yang berjualan di atas trotoar. Tentu ini tidak boleh, karena trotoar harusnya untuk pejalan kaki.

   “Kami harap mama- mama Papua juga mau menurut dengan kami. Apa yang kami telah buat bisa digunakan dengan baik. Tapi  kalau seperti ini, tentu pemerintah kota dianggap tidak  ada perhatian dengan mama mama Papua yang berjualan, padahal kami tetap selalu pikirkan kenyamanan dan keamanan dalam berjualan baik pengunjung yang datang termasuk keselamatannya juga,”tandasnya.(dil/tri).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *