PSHT Bagikan 300 Paket Takjil di Lampu Merah Dok II Jayapura

Sejumlah warga dan siswa Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Jayapura saat melakukan kegiatan  pembagian takjil yang dilakukan di seputar Lampu Merah Dok II Jayapura, Minggu (24/4). (Dok. PSHT for Cepos)

Momen Ramadan dan Idul Fitri Diharap Bisa Menyatukan Kembali Semua Warga PSHT

JAYAPURA– Sebagai wujud kepedulian dan toleransi kepada umat muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa, Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Jayapura melakukan kegiatan pembagian takjil di  sekitar lampu merah Dok II Jayapura, Minggu (24/4) kemarin. Pembagian takjil sebanyak 300 paket dilakukan tidak hanya oleh warga PSHT   yang muslim, tapi banyak juga warga PSHT yang non muslim.

    “Kami lakukan kegiatan ini sebagai bentuk kebersamaan dan  kepedulian kepada umat muslim yang menjalankan ibadah puasa, yang lagi dalam perjalanan dan waktunya untuk berbuka puasa,”ungkap Suprapto,  Ketua PSHT Cabang Jayapura  kepada Cenderawasih Pos, usai kegiatan sore kemarin.

   Menurut Suprapto, yang juga seorang anggota TNI ini, kegiatan pembagian takjil ini melibatkan sekitar 100 orang. Tidak hanya warga namun para siswa juga dilibatkan, sebagai bentuk kebersamaan dan menjalin silahturahmi.

   “Pembagian takjil ini, juga sebagai ungkapan syukur kami, bahwa masalah perselisihan status badan hukum PSHT ini, sudah ada keputusan final dari Mahkamah Agung, dimana berdasarkan keputusan PK (Peninjauan Kembali) di Makamah Agung, kepengurusan Ketua Umum Pusat PSHT  Mas Taufik  yang diputuskan sah sesuai aturan hukum,” ungkap Suprapto.

  Oleh karena itu, sebagaimana penyampaian Ketua Umum PSHT  DR. Ir. Muhammad Taufiq, S.H., M.Sc, pihanya selaku sesepuh PSHT Cabang Jayapura sekaligus Ketua PSHT Cabang Jayapura berharap, putusan PK ini, bisa mengakhiri perselisihan yang terjadi dalam lima tahun terakhir ini.

  “Saya setuju dengan pernyataan mas Taufik, bahwa kita ini memang bukan saudara satu darah/daging, tapi saudara tunggal kecer, yang sudah disahkan sebagai warga PSHT. Mereka yang sudah disahkan sebagai warga PSHT, tetap saudara kami, tidak ada yang namanya mantan saudara dalam PSHT ini,”tuturnya.

  Oleh karena itu, pihaknya tetap membuka diri kepada seluruh warga PSHT di wilayah Cabang Jayapura, untuk kita bisa bersatu kembali seperti dulu. “Saya harap putusan PK ini bisa mengakhiri semua konflik yang terjadi, dan kita kembali bersatu kembali, apalagi dalam suasana Ramadan dan juga menjelang Idul Fitri ini, hati kita harus tetap terbuka untuk saling maaf  memaafkan, apalagi dengan saudara sendiri,”tutur Suprapto yang menyampaikan terima kasih kepada semua warga dan siswa yang mendukung sukses dan lancarnya kegiatan pembagian takjil sore kemarin. (tri)

  

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *