Mayoritas Keputihan dan Lecet di Area Intim

Pengunjung saat melakukan pemeriksaan kesehatan reproduksi di PKR Kota Jayapura di Kotaraja, Kamis (20/4) kemarin. (Priyadi/Cepos)

Hasil Pemeriksaan Penyakit Reproduksi bagi Pekerja Panti Pijat dan THM

JAYAPURA-Selama bulan suci ramadan 1443 H/2022, Pelayanan Kesehatan Reproduksi Kota Jayapura di Kotaraja masih beroperasi seperti biasa mulai hari Senin sampai dengan hari Sabtu sesuai dengan jadwal jam operasional mulai pukul 08.00 WIT.

  Kepala Pusat Kesehatan Reproduksi (PKR) Kotaraja Toma Heppy, Amd.Kep., mengungkapkan, selama bulan suci ramadan pelayanan di PKR Kota Jayapura di Kotaraja tetap operasional seperti biasa dan bagi pekerja Tempat Hiburan Malam baik di bar dan diskotik serta pekerja panti pijat juga tetap memeriksakan reproduksi kesehatannya.

   “Usaha Tempat Hiburan Malam dan panti pijat selama bulan Ramadan memang tidak tutup, usaha ini tetap buka, sehingga para pekerja atau karyawannya bekerja seperti biasa. Dan ada juga yang berpuasa karena kerjanya malam. Sehingga dalam hal pengecekan kesehatan reproduksi kami tetap lakukan seperti biasa. Banyak pekerja yang datang ke sini pada pagi hari sampai siang hari untuk mengecek kesehatan reproduksinya, terutama paling banyak pekerja di panti pijat,” katanya saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Rabu (20/4) kemarin.

   Dijelaskan, pekerja panti pijat memiliki semacam kartu merah dimana mereka wajib memeriksakan kesehatan reproduksi sesuai dengan jadwal yang ada. Sebab,  jika tidak memeriksakan diri, nantinya pada saat dicek oleh Petugas Dinas Tenaga Kerja terbukti tidak melakukan pemeriksaan kesehatan reproduksi maka tidak boleh bekerja,” katanya saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Rabu (20/4) kemarin.

  Selain itu, pihaknya juga melakukan pelayanan jemput bola dengan mendatangi langsung tempat pekerja THM sesuai dengan jadwal untuk melakukan pemeriksaan kesehatan reproduksi di tempat mereka bekerja karena ladies atau pekerjanya ingin diperiksa secara bersamaan.

   Menurutnya, untuk saat ini yang menjadi kendalanya yakni minimnya dokter yang melakukan pelayanan di PKR, karena banyak yang tidak mau, lebih memilih di Puskesmas dan kendala lain untuk stok obat juga biasanya kurang jika kasus melonjak.

   Diakui, untuk pemeriksaan pelayanan kesehatan reproduksi diutamakan adalah pemeriksaan penyakit HIV, Sipilis dan penyakit infeksi  menular seksual lainnya dan untuk melakukan pemeriksaan 1 pasien saja dibutuhkan waktu 1 jam.

   “Kebanyakan penyakit reproduksi yang kami tangani seperti keputihan, lecet di area intim terutama pekerja pada panti pijat,”ujarnya.

  Selain memberikan  pelayanan rutin kepada pekerja THM  maupun pekerja panti pijat, PKR juga melayani masyarakat luar seperti waria, laki suka laki laki, free line sex dan yang mengalami masalah kesehatan reproduksi.

   Kata Heppy, dalam pemeriksaan kesehatan reproduksi khususnya untuk HIV, Sipilis memang tidak dikenakan biaya, namun untuk pemeriksaan lainnya memang ada tarif sesuai yang telah ditentukan hal ini sebagai penunjang pelayanan dan petugas di sana.(dil/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *