THR Bagi Pekerja Wajib Dibayarkan 

Omah Laduani Ladamay. (Elfira/Cepos)

JAYAPURA-Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi,  UMKM dan Tenaga Kerja mengimbau agar para pelaku usaha atau perusahaan agar membayar Tunjangan Hari Raya (THR) yang merupakan hak pekerja.

  Kepala Disperindagkop, UKM dan Tenaga Kerja Papua Omah Laduani Ladamay menyampaikan, THR bagi pekerja wajib dibayarkan setiap perusahaan. Namun, THR tersebut harus sesuai dengan kemampuan finansial perusahaan.

   Menurut Laduani, Pemerintah telah menerbitkan peraturan untuk setiap perusahaan membayar THR pekerja atau buruh. Namun semua itu kembali kepada masing-masing perusahaan. “Semua itu kembali kepada masing-masing perusahaan, kemampuan membayarnya bisa satu bulan atau hanya separuh gaji,” ucap Laduani.

   Laduani juga menyebut bahwa saat ini situasi masih dalam Pandemi Covid-19 yang sudah dua tahun berturut-turut. Hal ini menjadi kekhawatiran jika dipaksakan untuk membayar penuh THR pekerja, akan terjadi pemutusan hubungan kerja atau PHK.

  “Sebab tidak semua perusahaan mampu membayar, terlebih masih dalam kondisi pemulihan ekonomi. Sehingga itu, semua dikembalikan kepada kondisi finansial masing-masing perusahaan  yang mampu wajib membayar penuh,” tuturnya.

  Sekadar diketahui dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Republik Indonesia Nomor 06 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan.

  Berdasarkan  peraturan tersebut, Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah telah menerbitkan Surat Edaran Nomor M/2/HK.04/IV/2022 tertanggal 6 April 2022 tentang Pelaksanaan Pemberian THR Keagamaan Tahun 2022 Bagi Pekerja/Buruh di perusahaan. (fia/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *