Korban Dipukul Saat Berpuasa

Korban penganiayaan oknum polisi, Cak Man (paling kiri) didampingi dua rekannya dari paguyuban Kerukunan Keluarga Jawa Bersatu (KKJB) ketika akan memberikan keterangan di Bid Propam Polres Mimika Kamis (14/4)

 

Cak Man menunjukkan wajahnya yang Lebam akibat di aniaya

 

JAYAPURA – Simpati terhadap kasus kekerasan oknum aparat kepolisian yang melakukan pemukulan terhadap seorang penjual cilok di Timika terus mengalir. Pelaku Brigpol AK memang sudah diamankan dan tengah ditahan namun penghakiman dari netizen terus mengalir. Apalagi diketahui jika korban, Cak Man saat dijotos ketika itu sedang berpuasa. Iapun harus menahan rasa sakit yang amat sangat akibat pukulan tersebut. Bahkan hingga kini ia ternyata susah menelan makan karena pelaku sempat memukul di bagian rahang dan terjadi pembengkakan.
Meski kondisinya mulai membaik namun pihak paguyuban tempat korban bernaung tegas meminta korban diproses hukum. Tak hanya secara internal kepolisian tetapi juga hukum positif yang berlaku umum. “Ia Cak Man waktu berjualan itu sedang puasa, ia juga tidak menyangka akhirnya akan dipukul seperti itu. Sekarang dia sulit untuk mengunyah dan menelan karena bibirnya pecah dan rahangnya bengkak,” kata Nur Hadi, koordinator bidang keamanan di Kerukuran Keluarga Jawa Bersatu (KKJB) Kota Timika kepada Ceposonline.com, Kamis malam.
Nur menjadi orang pertama yang merespon kasus ini hingga dibawa ke kantor polisi dan ia juga yang mendampingi Cak Man saat dimintai keterangan di Bid Propam. Menurutnya korban dan paguyuban KKJB akan mengawal kasus ini hingga tuntas sebab yang dilakukan Brigadir AK sangat tidak pantas. Kata Nur Hadi Cak Man mengalami pembengkakan di bawah mata kanan, bibir bagian atas dan bawah pecah bagian rahang sebelah kiri juga bengkak dan sempat mengeluarkan darah.
“Pertama kami melapor ke Polsek tapi disuruh ke Polres dan setelah divisum kami dari SPKT langsung naik ke Bid Propam. Kami diperiksa mulai dari pukul 11. 00 WIT hingga jelang berbuka puasa kemarin,” bebernya. Ia menambahkan bahwa setelah penganiayaan ini Cak Man sempat pulang dan menceritakan kepada keluarganya, namun tak lama informasi pemukulan tersebut langsung masuk ke dalam grup paguyuban sehingga direspon banyak orang.
“Cak Man sempat takut karena pelakunya oknum polisi. Ia tahu itu Polisi karena Brigpol AK datang masih dengan sepatu dan celana dinas. Namun teman – teman memastikan bahwa harus diproses hukum akhirnya disetujui,” tambah Nur Hadi. Ia mengutip penyampaian Cak Man bahwa ketika itu pelaku sempat pesan pentol dari atas mobil. Namun disaat yang sama banyak anak – anak sekolah yang juga memesan sehingga antri. Nah setelah dibuatkan pesanan pelaku seharga Rp 20 ribu, rupanya Brigpol AK ini tersinggung karena seakan tidak diprioritaskan. Iapun turun dan memukul.
“Rombongan pelaku tidak sabar jadi turun kemudian memukul. Mereka juga tidak membayar,” beber Nur. Kejadian ini rupanya terpantau dan banyak direspon oleh netizen. Hingga sore kemarin tercatat ada 4.756 netizen yang menempelkan komentarnya berisikan cacian atu hujatan terhadap oknum polisi tersebut. Lalu dari postingan ini tercatat ada 5.069 kali dibagikan oleh netizen. “Ini memecahkan rekor terbanyak dari postingan yang pernah terposting di Lintas Kejadian Kota Jayapura (LKKJ),” kata Irfan, admin LKKJ sore kemarin. Ia menyampaikan bahwa banyak yang mengecam tindakan tersebut dan dianggap semena – mena. Perbuatan tersebut juga mencoreng lembaga atau institusi yang pelan – pelan sedang dibawa kea rah yang lebih baik.
Sementara Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal menyatakan bahwa pelaku tetap akan diproses hukum. “Yang bersangkutan (Brigpol AK) sudah ditahan dan boleh dikawal sama – sama,” imbuhnya. (ade)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *